BI: 2013 Defisit Perdagangan US$31 Miliar, Sekarang US$ 15 Miliar

BI: 2013 Defisit Perdagangan US$31 Miliar, Sekarang US$ 15 Miliar

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2015 12:55 WIB
BI: 2013 Defisit Perdagangan US$31 Miliar, Sekarang US$ 15 Miliar
Jakarta - Salah satu perbaikan ekonomi yang terjadi pada tahun ini adalah defisit perdagangan barang dan jasa. Pada 2013, Indonesia membutuhkan pendanaan untuk menutupi defisit perdagangan US$ 31 miliar‎. Sedangkan untuk tahun ini cuma US$ 15 miliar.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menuturkan persoalan defisit tersebut menjadi sangat mengkhawatirkan bagi BI dan pemerintah. Maka kemudian dilakukan pengetatan dari berbagai aspek, hingga akhir defisit mulai mengecil‎.

"Pada 2013 itu kita masih harus mencari pendanaan dari luar negeri untuk menutup defisit US$ 31 miliar. Tahun ini angkanya itu sekitar US$‎ 15 miliar," ujarnya pada acara Outlook Ekonomi dan Pasar Modal 2016 di JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta, ‎Kamis (19/11/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mirza tidak peduli, banyak pihak yang menyebutkan perbaikan tersebut karena penurunan impor yang sejalan dengan penurunan daya beli. Akan tetapi, tetap saja defisit berkurang dan mengurangi berbagai risiko yang ditimbulkan pada ekonomi Indonesia.

"Defisit turun, apa karena impornya turun? Ya bisa saja. Tapi apapun itu alasannya, yang penting defisit turun, risiko turun," terang Mirza.

Perbaikan makro ekonomi lainnya juga tampak dari‎ inflasi. Pada 2013, inflasi mencapai posisi 8-3-8,4% akan tetapi sekarang diproyeksi selama 2015 bisa berada di level 3%.

"‎Orang bilang inflasi rendah karena daya beli lemah? Ya whatever the reason, inflasi turun. Kalau inflasi di bawah 3,5%, kalau bisa di bawah 3%, baru kemudian kita bisa bicara suku bunga," ujarnya.

Meski demikian, Mirza mengakui sisi neraca pembayaran atau balance of payment (BOP) ‎masih bermasalah. Namun angka defisitnya sudah menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya. Sedangkan defisit transaksi berjalan atau current account deficit/cad juga ke level yang baik.

"BOP sekarang kita defisit, tahun 2014 surplus US$ 15 miliar, tahun ini defisit. Tapi kemudian tahun depan kami perkirakan akan positif kembali," terang Mirza.

(mkl/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads