Dengan jas hitam dan berpeluh keringat, Turnbull dinilai tetap semangat menemani Jokowi. Bahkan kedua kepala negara tersebut sempat membuka jas mereka saat blusukan.
Hal ini disampaikan Rizal saat bertemu Menteri Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan Australia, Peter Dutton di Kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan gaya seperti itu, PM Australia memberi sinyal ingin merangkul negara Asia. Menurut Rizal, Australia selama ini secara historikal lebih dekat ke negara Eropa daripada Asia yang sebetulnya secara geografis lebih dekat.
"Yang penting akrab dulu dan memang diantara keduanya klik. Jadi suasananya enak," jelasnya.
Menurut Rizal, Australia kini memandang Asia khususnya Indonesia sebagai mitra strategis ke depan. Kini, pusat ekonomi dan pertumbuhan berada di kawasan Asia.
"Dia harus mencoba mendekati Asia. Karena abad 19, abad-nya Inggris. Abad 20, abad-nya Amerika. Abad 21, abad-nya Asia. Jadi penting buat Australia sama kita untuk saling berhubungan dan cukup banyak mahasiswa Indonesia di situ ada 15.000. Turis Australia di Indonesia juga banyak sekali," jelasnya.
(feb/hen)










































