βSaat Indonesia bisa memproduksi banyak sapi, nggak ada alasan kita tersaingi,β kata Menteri Perdagangan Australia, Andrew Robb kepada detikFinance di Hotel Ritz Curlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/11/2015).
Justru, peternak Indonesia dan Australia bisa bersinergi menjadi negara pengekspor sapi saat produksi berlebih. Apalagi, pebisnis dan peternak sapi Australia juga menanamkan modalnya ke Indonesia sehingga sama-sama bisa memperoleh manfaat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Robb bukan tanpa sebab. Robb menilai kebutuhan daging sapi akan terus merangkak naik. Apalagi, munculnya pertumbuhan kelas menengah di Asia. Sebagai Contoh, Australia mencatat pertumbuhan ekspor daging sapi beku ke China per tahunnya yakni dari 60.000 ton di 2013 menjadi 260.000 ton di 2014. Indonesia dan Australia juga bisa bersinergi masuk ke pasar Asia Tenggara seperti Malaysia hingga Vietnam.
βIni akan terus tumbuh, terus ada Malaysia, Vietnam dan lainnya. Saat kita bekerjasama, kita bisa saling bersinergi menangkap peluang itu. Kita secara bersama untuk mengekspor sapi,β jelasnya.
(feb/rrd)











































