Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf mengungkapkan, saat ini ada 201 perusahaan farmasi baik swasta lokal maupun asing yang ada di Indonesia. Namun dari temuannya, produsen obat generik ini hanya memperoleh bahan bakunya dari segelintir importir bahan baku obat dari China dan India.
βIndustrinya ada 201 perusahaan, kita lihatnya ada di importirnya yang sekitar 5 perusahaan. Karena sekitar 95% impor bahan baku obat generik dari impor China dan India. Meski generik, tapi harganya tetap mahal, ini kan yang harus diselidiki,β ungkap Syarkawi pada detikFinance, Jumat (20/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βProdusen obat di sini hanya kaya tukang jahit saja. Dia hanya produksi obat yang sudah generik sesuai komposisinya saja, yang aneh meski saingan banyak tapi harga generik tetap mahal. Artinya ada yang mahal di biaya produksi. Dan rupanya harga bahan baku sudah mahal dari sananya (impor),β pungkasnya.
(rrd/rrd)











































