KPPU Juga Endus Ada Kartel Obat Impor

KPPU Juga Endus Ada Kartel Obat Impor

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2015 09:49 WIB
KPPU Juga Endus Ada Kartel Obat Impor
ilustrasi Foto: thinkstock
Jakarta - Selain harga obat paten, harga obat generik di Indonesia juga rupanya lebih mahal ketimbang negara-negara tetangga. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencium ada dugaan praktik kartel pada impor bahan baku obat terutama dari China dan India.

Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf mengungkapkan, saat ini ada 201 perusahaan farmasi baik swasta lokal maupun asing yang ada di Indonesia. Namun dari temuannya, produsen obat generik ini hanya memperoleh bahan bakunya dari segelintir importir bahan baku obat dari China dan India.

β€œIndustrinya ada 201 perusahaan, kita lihatnya ada di importirnya yang sekitar 5 perusahaan. Karena sekitar 95% impor bahan baku obat generik dari impor China dan India. Meski generik, tapi harganya tetap mahal, ini kan yang harus diselidiki,” ungkap Syarkawi pada detikFinance, Jumat (20/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Praktik persekongkolan harga, menurut Syarkawi ada di importir, bukan pada produsen obat generik di dalam negeri.

β€œProdusen obat di sini hanya kaya tukang jahit saja. Dia hanya produksi obat yang sudah generik sesuai komposisinya saja, yang aneh meski saingan banyak tapi harga generik tetap mahal. Artinya ada yang mahal di biaya produksi. Dan rupanya harga bahan baku sudah mahal dari sananya (impor),” pungkasnya.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads