Mufidah Kalla hadir didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Istri Menteri PPN Sofyan Djalil. Acara tersebut digelar selama dua hari pada 21-22 November 2015.
Mufidah Kalla tampil santai mengenakan kaos putih bertuliskan Puncak Peringatan Hari Ikan Nasional Ke-2 dan bersepatu olahraga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan Indonesia sebagai negara maritim dengan luas perairan sangat besar, dengan kekayaan hasil laut yang melimpah bisa menjadi penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penopang terwujudnya ketahanan pangan dan kecukupan gizi nasional.
"Setiap bangsa, termasuk Indonesia, jika ingin menjadi bangsa kuat harus membangun kualitas SDM termasuk kecukupan gizi. Berkenaan dengan hal itu, saya mendorong sektor perikanan dan kelautan untuk mewujudkannya. Termasuk mengatasi bayi lahir pendek," tegas Mufidah.
Mufidah menambahkan produk ikan mencerdaskan dan menyehatkan bagi yang mengkonsumsinya. Ikan punya keunggulan kaya ikan omega 3, protein tinggi. Semua manfaat itu bisa dinikmati karena ketersediaan ikan melimpah dan tersedia di dalam negeri, serta mudah dibudidayakan.
"Melihat peran penting ikan dalam kecukupan gizi nasional, sudah tepat yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memberantas pelaku illegal fishing dan penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Langkah tersebut tepat untuk mewujudkan laut sebagai lumbung gizi masyarakat," katanya.
Ia berharap melalui kegiatan peringatan Hari Ikan seperti bazar dan lomba olahan ikan bisa mewujudkan pengusaha di bidang perikanan dan kelautan.
"Saya jujur gembira, ikan jadi murah. Ikan tidak mati tiga kali. Ikan yang ada segar karena mati sekali langsung dibeli. Saya memang suka masak ikan," kata Mufidah.
(hen/hen)











































