36 Jam di Atas Kapal, Ini Hasil Rapat Rini dengan Para CEO BUMN

36 Jam di Atas Kapal, Ini Hasil Rapat Rini dengan Para CEO BUMN

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 22 Nov 2015 12:02 WIB
36 Jam di Atas Kapal, Ini Hasil Rapat Rini dengan Para CEO BUMN
Semarang - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sukses membawa para CEO BUMN dalam perjalanan dari Jakarta ke Kepulauan Karimun Jawa, Jawa Tengah di atas kapal KM Kelud milik Pelni.

Perjalanan itu berlangsung Kurang lebih 36 jam, dengan berbagai pertemuan untuk membahas berbagai persoalan BUMN, yang mencapai 119 perusahaan.

Rombongan berangkat pagi hari Jumat (20/11/2015) dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Masing-masing CEO mendapatkan fasilitas yang sama, bahkan untuk kamar pun harus berbagi, satu kamar diisi dua orang CEO.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎Kapal berangkat, agenda pun dimulai. Rini mengawali dengan konferensi pers dengan awak media, menjelaskan alasan hingga tujuan diadakan agenda ini. Intinya adalah pembahasan roadmap kinerja 2016-2019, namun sisi tak kalah pentingnya adalah keakraban sesama BUMN.

Selanjutnya Rini memberikan pengarahan kepada seluruh CEO BUMN secara tertutup.‎ Kemudian masing-masing CEO diminta berpisah dan rapat berdasarkan sektornya di tempat berbeda. Ini diarahkan oleh para Deputi Kementerian BUMN.

Ada beberapa sektor, yaitu usaha agro dan farmasi; usaha energi, logistik, kawasan dan pariwisata; usaha pertambangan‎, industri strategis dan media; usaha konstruksi dan sarana dan prasarana perhubungan; usaha jasa keuangan, jasa survei dan konsultan; bidang restrukturisasi dan pengembangan usaha; bidang infrastruktur bisnis.

Pada setiap sektor, akan dipantau Rini secara bergantian tanpa terencana. Agar masing-masing BUMN serius‎ membahas berbagai persoalan dan menciptakan inisiasi secara bersama.

Dalam rentang waktu tersebut, masa rehat hanya terjadi beberapa kali‎, yaitu untuk menunaikan ibadah, makan dan tidur. Di luar itu, tidak tampak para CEO berkeliaran di luar ruangan. Apalagi berniat untuk melarikan diri dari pertemuan.

‎"Ini adalah pertama kali CEO BUMN kumpul bersama lebih lama, mungkin kalau selama ini kumpul cuma berjam jam sekarang kita sampai 36 jam," kata Rini menutup pertemuan di Kapal KM Kelud saat berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Minggu (22/11/2015)

"Ini betul-betul memberikan gambaran bahwa kita komitmen untuk terus melakukan sinergi atas BUMN sehingga bisa menjadi lebih kuat dan makin tangguh dapat menjadi pemain global dan juga dapat menghadapi ASEAN terbuka tahun depan," tegasnya.

Berikut ringkasan hasil pertemuan CEO BUMN sesuai sektor :

Sektor usaha energi, logistik, kawasan dan pariwisata

Dari sisi pariwisata‎, akan dilakukan sinergi oleh BUMN pariwisata dengan BUMN perhubungan untuk mendukung aksesbilitas. Misalnya dengan memenuhi kebutuhan transportasi, seperti bus, kereta api, dan bandar udara (bandara) serta pesawat untuk akses ke Candi Borobudur. Begitu juga dengan pariwisata lainnya.

Di samping itu pengelolaan dan pengembangan aset pariwisata seperti penataan zona di Candi Borobudur, yang meliputi area wisata, area komersil dan transportasi. BUMN juga akan bekerjasama dengan desa setempat agar ekonomi masyarakat juga tetap tumbuh.

Selain itu untuk kesenian dan kebudayaan daerah akan dikembangkan melalui BUMN pusat perbelanjaan, yakni Sarinah.‎ Jadi untuk barang-barang seperti batik, nantinya akan dibuat pusat perbelanjaan batik pada beberapa titik.

Kemudian aset-aset pariwisata, yang dimiliki oleh BUMN sektoral, seperti Lawang Sewu dan Museum Ambarawa oleh PT KAI. Asetnya tidak akan berpindah, tapi pengelolaannya akan diurus BUMN pariwisata yang lebih profesional.

‎Dari sisi energi, ada beberapa sinergi yang dilakukan. Misalnya antara PT PGN Tbk dengan Pertagas dalam pengelolaan pipa gas di Indonesia. Kemudian proyek 35.000 megawatt, selain PT PLN, juga akan dibantu oleh Pertamina, PGN, PT Bukit Asam dan PT EMI.

Usaha pertambangan‎, industri strategis dan media

Beberapa kesepakatan dari hasil pertemuan adalah pemanfaatan kapal Minajaya untuk membantu sektor perikanan. Ini merupakan kerjasama Perikanan Indonesia dan Perikanan Nusantara. Kapal tersebut akan menjadi penampung atau gudang hasil laut di beberapa‎ titik.

Sisi pertambangan, akan dibentuk perusahaan besar (holding) dari beberapa BUMN. Sehingga mampu mengakomodir kekuatan sumber daya yang diproduksi. Di samping itu juga akan dibentuk perusahaan yang mengakomodir industri berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.


Sektor usaha agro dan farmasi

Fokusnya adalah ketahanan pangan. BUMN, Perum Bulog akan ‎menjadi penggerak utama untuk merealisasikan ketersediaan, jangkauan dan kualitas. Beberapa komoditas juga akan dipegang langsung oleh Bulog.

Selain itu, Bulog akan dibantu oleh beberapa BUMN lain, seperti Perhutani dan lainnya untuk mendukung sisi produksi. Kemudian juga didukung oleh BUMN logistik untuk distribusi barang ke seluruh daerah.

Sektor usaha konstruksi dan sarana dan prasarana perhubungan.

Pada sektor ini, BUMN akan berpegang pada rencana dari pemerintah. Misalnya untuk pembangunan jalan tol, jalur kereta api, pelabuhan dan yang lainnya.

Nantinya yang akan terealisasi dalam waktu dekat adalah perusahaan gabungan atau join venture yang akan dibentuk oleh Pelindo. Jadi untuk pelabuhan di Indonesia timur, akan ada kerjasama Pelindo IV dengan Pelindo II.

Anak perusahaan tersebut akan menjadi manajemen pembangunan pelabuhan di seluruh Indonesia.‎ Ini bertujuan agar semua pelabuhan memiki standar yang sama dari sisi kualitas hingga pengelolaan.


Sektor usaha jasa keuangan, jasa survei dan konsultan

Ada beberapa program yang diusung dari sektor ini. Di antaranya adalah mendorong keterjangkauan akses jasa keuangan kepada semua masyarakat. Terutama bagi yang ingin menjalankan usaha. Ini menjadi tugas BUMN perbankan‎ dan pembiayaan.

Selain itu, juga ada penguatan perusahaan asuransi dan bank pembangunan daerah serta perbankan syariah.




(mkl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads