Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Suryo Bambang Sulisto, berbagi hikmah selama menjabat sebagai Ketua Kadin Indonesia periode 2010-2015.
Dia mengungkapkan, selama 5 tahun terakhir menjabat Ketum Kadin, Indonesia telah mengalami berbagai macam perkembangan maupun pelemahan.
"Sebagai pimpinan Kadin, kita dituntut untuk mampu mengambil hikmahm baik hikmah yang baik maupun buruk yang dialami organisasi. Saya sebagai pengurus Kadin, selama 5 tahun ini telah terjadi pergeseran paradigma bisnis yang mengguncang industri yakni pergeseran oleh teknologi digital, terutama dalam bisnis retail dan logistik," ujar Suryo, dalam pembukaan Munas VII Kadin Indonesia, di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Senin (23/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak guncangan dari hadirnya berbagai teknologi, e-commerce, dan sharing ekonomi. Kita tidak bisa menganggap ini sebagai gangguan, tapi peluang bisnis. Pemenangnya adalah pihak-pihak yang cepat menangkap peluang ini," bebernya.
Selain itu, Suryo juga menilai pentingnya berintegrasi antara Kadin dengan Pemerintah Daerah.
"Kadin Indonesia dan Kadin daerah perlu berintegrasi. Pak Jokowi juga sudah mengatakan bahwa pembangunan di Indonesia akan dimulai dari daerah-daerah, namun integrasi dengan daerah-daerah belum maksimal. Masih perlu kerja keras antara dunia usaha dan pemerintah," tandasnya.
Acara yang digelar di Trans Convention Center ini secara langsung dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting seperti Mantan Ketua Kadin Aburizal Bakrie, Ketua DPD RI Irman Gusman, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan lainnya.
Pembukaan Munas VII ini secara simbolis dibuka oleh JK dengan pemukulan gong. Dalam Munas ini akan dilakukan pemilihan Ketum Kadin Indonesia baru. Ada dua calonnya, yaitu Rachmat Gobel dan Rosan Roeslani.
(avi/dnl)











































