Standar Gaji Rendah, Pekerja Asing Tak Tertarik Serbu RI

Standar Gaji Rendah, Pekerja Asing Tak Tertarik Serbu RI

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 23 Nov 2015 13:09 WIB
Standar Gaji Rendah, Pekerja Asing Tak Tertarik Serbu RI
JK saat membuka Munas VII Kadin di Bandung
Bandung - Menjelang penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada awal tahun 2016, banyak kalangan mengkhawatirkan serbuan tenaga kerja asing ke Indonesia. Selain tenaga kerja profesional, banyak tenaga kerja murah asing diprediksi akan masuk dan menyerbu Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membantah kondisi tersebut, karena arus tenaga kerja umumnya mengalir ke negara yang kekurangan sumber daya manusia sedangkan jumlah tenaga kerja di Indonesia sangat melimpah.

"Logikanya orang pergi ke negara-negara yang kekurangan tenaga kerja, jadi nggak perlu dikhawatirkan," Kata JK saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Kadin VII di Hotel Trans Luxury, Bandung, Jawa Barat pada Senin (23/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, JK menilai standar gaji dan upah di Indonesia yang rendah sehingga bukan alasan kuat bagi tenaga kerja asing non profesional untuk menyerbu Indonesia pasca pemberlakuan MEA di 2016.

"Jadi dia itu pergi ke negara yang gajinya lebih tinggi. Tidak ada orang pindah (cari pekerjaan) ke negara-negara yang gajinya lebih rendah, tidak ada orang orang Amerika Serikat rush (pindah secara massal) ke Meksiko, atau orang Singapura ke Indonesia, yang ada sebaliknya,” tutupnya.

(feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads