15 Proyek Infrastruktur Mulai Ditenderkan Maret

15 Proyek Infrastruktur Mulai Ditenderkan Maret

- detikFinance
Kamis, 03 Mar 2005 17:46 WIB
Jakarta - Pemerintah pada Maret ini akan melakukan tender 15 proyek infrastruktur. Dalam waktu dekat, peraturan presiden yang mengatur pelaksanaan tender akan dikeluarkan. "Peraturan presiden saat ini sudah tahap akhir. Pada Maret akan ada 15 proyek lagi yang dilakukan tender," kata Menko Perekonomian Aburizal Bakrie usai rakortas soal infrastruktur di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (3/3/2005).Adapun 15 proyek itu meliputi 6 proyek jalan tol, 2 propek pipanisasi gas, 2 peoyek sektor perminyakan, 2 proyek air minum, 2 proyek pelabuhan udara di Medan dan Cengkareng serta pelabuhan laut di Surabaya.Aburizal menjelaskan, dalam pelaksanaan proyek ini akan ada beberapa pentahapan, mulai dari pra kualifikasi, pelaksanaan tender, penandatanganan kontrak, financial closing dan terakhir tahap pembangunan. "Untuk proyek jalan tol, diharapkan ada yang financial closingnya pada akhir tahun 2005. Sedangkan proyek lainnya financial closingnya kemungkinan baru pertengahan tahun depan," ujar pria yang biasa disapa Ical ini.Oleh sebab itu, lanjut Ical, beberapa proyek jalan tol itu diharapkan sudah mulai dibangun pada awal tahun 2006. Pemerintah, lanjut Ical, akan berusaha meyakinkan investor bahwa proyek yang ditenderkan merupakan proyek yang bisa dijalankan termasuk tidak adanya lagi masalah di bidang pertanahan. "Masalah tanah untuk jalan tol dan proyek listrik sudah tidak ada. Sekarang ini yang akan dibicarakan Selasa depan adalah masalah tanah untuk proyek pipanisasi gas," kata Ical.Masalah tanah untuk pipanisasi gas masih perlu dibahas apakah nantinya bisa dibebaskan untuk kepentingan umum. Hal ini mengingat transmisi gas sangat panjang, sehingga tanah yang dibutuhkan cukup besar. Ical juga menegaskan kembali bahwa dalam proyek infrastruktur ini tidak akan membiayai, menaruh uang, atau menjamin secara komersial. Seluruh pembiayaan proyek infrastruktur akan diserahkan ke swasta. Sedangkan pemerintah hanya akan menempatkan uangnya di proyek infrastruktur dasar dan pedesaan. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads