Saat rapat baru berjalan 20 menit setelah dibuka oleh pimpinan sidang yakni Suryo B. Sulisto, salah satu peserta munas langsung mengajukan interupsi. Pesarta Kadin daerah yang tidak menyebutkan nama ini protes terhadap dualisme kepemimpinan Kadin daerah dan pusat yang belum tuntas namun Munas penetapan Ketua umum periode 2015-2020 tetap berlangsung.
"Ini harus diselesaikan dulu, saya menyesalkan ada dualisme Kadin. Kita di perlengkapan munas ada AD-ART, karena di sini ada 2 Kadin (kepengurusan). Ini juga terjadi di beberapa daerah sehingga yang hadir dipertanyakan. Kita mau bahas secara hukum tapi ini sudah keluar kitab suci yang kita pegang," protes salah satu peserta Munas Kadin di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Senin (23/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lagi mengesahkan jadwal acara jadi (protes dualisme kepemimpinan) dibahas nanti di rapat komisi dan rapat lainnya. Bagaimana peserta?" Usul Suryo.
Tawaran Suryo langsung dipotong. Peserta yang tadi protes, tetap ngotot agar persoalan dualisme kepemimpinan Kadin daerah dan pusat diselesaikan terlebih dahulu.
Melihat situasi makin memanas, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Bahlil Lahadalia, meminta pimpinan sidang untuk fokus ke agenda awal.
"Lanjutkan pimpinan, lanjutkan ke pengesahan jadwal acara, jangan didengarkan," minta Bahlil.
Hingga berita diturunkan, aksi saling sahut antar peserta Munas Kadin VII masih berlangsung. Meski demikian, aksi serang kata-kata masih terjadi.
(feb/hen)











































