BKPM: Kepercayaan Jepang Terhadap RI Tetap Tinggi

BKPM: Kepercayaan Jepang Terhadap RI Tetap Tinggi

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Senin, 23 Nov 2015 16:30 WIB
BKPM: Kepercayaan Jepang Terhadap RI Tetap Tinggi
Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melihat pertemuan PM Jepang Shinzo Abe dan Presiden Joko Widodo di KTT ASEAN akhir pekan lalu serta rencana pertemuan Presiden dengan 1.000 orang delegasi Jepang di Jakarta malam ini (23/11) semakin menguatkan tingkat kepercayaan Jepang terhadap potensi investasi di Indonesia cukup tinggi.

Delegasi tersebut dipimpin oleh Japan-Indonesia Parliament League yang terdiri dari pengusaha dan tokoh penting di Jepang.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani menyampaikan bahwa dari sisi investasi, BKPM menilai bahwa kunjungan tersebut merupakan suatu hal yang positif terutama terkait kepercayaan mereka terhadap potensi investasi di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kunjungan 1.000 orang delegasi dari Jepang ini saya kira yang terbesar dari kunjungan suatu negara dan diterima oleh Presiden," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi detikFinance, Senin (23/11/2015).

Sebelumnya, di sela-sela pelaksanaan KTT ASEAN, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Dalam pertemuan tersebut, dibicarakan berbagai isu strategis terkait kerjasama kedua negara termasuk komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dalam bidang perdagangan dan investasi.

Kepala BKPM Franky Sibarani, Bulan Oktober yang lalu, juga telah menerima kunjungan kerja tiga gubernur Jepang di kantornya. Tiga gubernur tersebut adalah Gubernur Prefektur Okoyama, Aichi, dan terbaru adalah Gubernur Prefektur Saitama.

Untuk menindaklanjuti minat investasi tersebut, Franky menyatakan pihaknya merencanakan kegiatan pemasaran investasi di ketiga prefektur awal tahun depan. Menurut Franky, Jepang merupakan salah satu kontributor utama terhadap pencapaian target realisasi investasi Indonesia.

Dari data realisasi investasi yang dikeluarkan oleh BKPM periode Januari-September 2015, Jepang menduduki peringkat ketiga dengan nilai mencapai US$ 2,5 miliar dengan 1.318 proyek, dibawah Singapura yang menempati posisi teratas US$ 3,55 miliar dengan 1.999 proyek; dan Malaysia US$ 2,9 miliar dengan 600 proyek. Sedangkan di bawah Jepang, tercatat Korea Selatan dengan nilai investasi US$ 1,0 miliar 1.529 proyek dan Belanda US$ 908 juta dengan 301 proyek.

Periode 22 Oktober 2014 hingga 20 November 2015, tercatat minat dan komitmen investasi Jepang mencapai USD 19 miliar. Dari jumlah tersebut, yang sudah memiliki izin prinsip mencapai US$6 miliar. Sementara minat yang dikategorikan serius nilainya mencapai US$ 3,1 miliar yang diharapkan dapat segera direalisasikan menjadi izin prinsip.




Β 

(hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads