Pembebasan Lahan 5 Tol yang Dibiayai China Selesai Akhir Tahun

Pembebasan Lahan 5 Tol yang Dibiayai China Selesai Akhir Tahun

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2015 10:05 WIB
Pembebasan Lahan 5 Tol yang Dibiayai China Selesai Akhir Tahun
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan, pembebasan lahan untuk 5 proyek jalan tol yang mendapatkan pinjaman dari pemerintah China dapat selesai 100% pada akhir tahun ini.

Kelima ruas tol yang dimaksud adalah tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Tol Medan-Kualanamu, tol Mantingan-Kertosono, serta tol Balikpapan-Samarinda dan tol Manado-Bitung.

"Kalaupun lahannya tidak bisa dibebaskan 100% hingga akhir tahun nanti, kami jamin proses konstruksi bisa dilakukan. Jadi, proses pembebasan lahan tidak mengganggu konstruksi tol tersebut," kata Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan, dan Fasilitasi Jalan Daerah, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Subagyo, saat berbincang dengan awak media di ruangannya, Senin (23/11/2015) sore. β€Ž

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tol Cisumdawu membutuhkan total luas lahan 1.133 hektare (ha), dengan total kebutuhan dana mencapai Rp 2,479 triliun. Bagian tanggung jawab pemerintah yang dibiayai dari pinjaman china adalah fase II dari seksi II dari Rancakalong-Sumedang sepanjang 10,1 km.

Tol Medan-Kualanamu membutuhkan total luas lahan 205 ha dengan total kebutuhan dana mencapai Rp 411 miliar.

Tol Mantingan-Kertosono membutuhkan total luas lahan 928 ha dengan total kebutuhan dana mencapai Rp 1,28 triliun. Paket pekerjaan jalan tol yang dibiayai dari pinjaman China adalah fase I sepanjang 37,39 kilometer pada ruas Saradan-Kertsono.

Tol Manado-Bitung membutuhkan total luas lahan 450 ha dengan total kebutuhan dan mencapai Rp 631 miliar. Paket pekerjaan yang dibiayai dari pinjaman China adalah Fase II dari Seksi I sepanjang 7 Km.

Tol Balikpapan-Samarinda, bagian yang dibiayai dengan pinjaman china adalah seksi V sepanjang 11,5 km. 90% kebutuhan dana untuk membangun jalan tol ini ditanggung dari pinjaman China.

(dna/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads