Follow detikFinance
Selasa 24 Nov 2015, 10:45 WIB

Gandeng Norwegia, Susi Ingin Belajar Budidaya Ikan Laut

Michael Agustinus - detikFinance
Gandeng Norwegia, Susi Ingin Belajar Budidaya Ikan Laut
Jakarta - Pagi ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan pertemuan dengan Menteri Perikanan Norwegia Elisabeth Aspaker di Hotel Shangri-La, Jakarta. Pertemuan keduanya dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama Sustainable Aquaculture.

"Pagi ini saya sangat bergembira bisa menyaksikan penandatanganan kerja sama Sustainable Aquaculture antara Indonesia dan Norwegia," ujar Susi dalam konferensi pers di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Dia menjelaskan, ‎kebutuhan protein dari ikan di Indonesia dan seluruh dunia akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Kebutuhan protein yang tinggi tersebut suatu saat tidak dapat dipenuhi hanya dari perikanan tangkap, karena itu perlu dikembangkan aquaculture (budidaya ikan laut).

"Kita tahu bahwa kebutuhan dunia akan protein terus meningkat. Ikan akan menjadi salah satu sumber protein yang luar biasa dibutuhkan. Dengan jumlah penduduk yang makin tinggi, kita harus memulai aquaculture," paparnya.

Namun, pihaknya tak ingin serampangan dalam pengembangan aquaculture‎, kelestarian lingkungan juga harus dijaga. Kerja sama dengan Norwegia perlu dilakukan, karena negara tersebut berhasil mengembangkan aquaculture yang ramah lingkungan.

"Tapi bila kita tidak hati-hati akan merusak lingkungan dan juga tidak berkelanjutan, jadi kita ingin belajar dari Norwegia yang eksportir aqua salmon terbesar di dunia. Satu prestasi yang luar biasa, dan mereka terus melakukan riset aquaculture," tuturnya.

Norwegia dinilai Susi sebagai contoh yang tepat bila Indonesia ingin mempelajari aquaculture yang ramah berkelanjutan.‎ "Norwegia itu ekspornya US$ 10 miliar per tahun dari aquaculture. Kita ekspor perikanan hanya US$ 4 miliar per tahun.‎ Kita ingin membangun aquaculture yang berkelanjutan, bukan aquaculture yang tiba-tiba kena penyakit, mati semua," ucap dia.

Dengan pengembangan aquaculture yang berkelanjutan, diharapkan kebutuhan protein di Indonesia bisa tercukupi dari ikan, sehingga angka kekurangan gizi bisa terus ditekan.‎ "Angka stunting di Indonesia tinggi, 1 dari 3 anak itu kuntet. Saya berharap kita dapat memenuhi kebutuhan protein kita dengan aquaculture ini," tutupnya.

(rrd/rrd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed