"Kami baru balik dari acara G-20 di Turki dengan Presiden Jokowi, lalu di KTT APEC di Manila. Acara ini cukup geger karena dihadiri Obama dan Xi Jinping, suatu pemandangan yang cukup menggegerkan buat saya, apalagi diskusinya cukup seru," ungkap Lembong, di acara Indonesia Economic Outlook 2016, 'A Maritime Nexus Silk Road Synergy Entering the TPP Era', di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/11/2015).
Acara diskusi ini dihadiri oleh Founding Partner & CEO Asia Group Advisors Adam Schwarz, Founding Chairman Pusat Data Bisnis Indonesia Christianto Wibisono, Komisaris Utama Adhi Karya Fadjroel Rachman, Direktur Utama BEI Tito Sulistio, Direktur Utama Sido Muncul Erwin Hidayat dan banyak lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"TPP banyak aspek politisnya, ada persaingan di blok perdagangan, ini suatu yang wajar, di perdagangan aja ada persaingan apalagi ekonomi antar negara. Blok perdagangan pusatnya di AS, China, tapi yang bikin kaget semua orang TPP ini ambisinya tinggi sekali. Praktik-praktik dagang, persaingan, perlindungan investasi yang begitu modern," katanya.
"TPP pilar utama AS, China harus merespons, bagaimana China merespon TPP ini," tutup Lembong.
(rrd/hen)











































