Rizal mengatakan, kedua program itu berkaitan dengan pajak di daerah dan pengembangan sektor hilir.
"Kita sedang memikirkan sistem pajak untuk daerah provinsi low growth agar tarif pajak lebih murah, mungkin setengahnya, dibanding yang sudah tinggi. Kemudian, kita juga sedang berpikir reinvestasi untuk sektor hilir," ujar Rizal dalam acara DBS Asian Insight Conference 2015 di Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Selasa (24/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Doakan saja itu jadi," kata Rizal.
Dia menambahkan, paket ekonomi yang sudah diluncurkan selama beberapa bulan terakhir ini sudah kelihatan dampaknya. Misalnya, supaya mau berinvestasi dan berusaha lebih mudah, maka di pelabuhan ada 142 izin yang pangkas dan sekarang tinggal sepertiganya.
Kemudian, investor masuk ke kawasan industri hanya dalam waktu tiga hari sudah bisa pasang alat dan jalan. Lalu, anggaran lebih banyak dialokasikan ke luar Jawa, misalnya untuk bikin pelabuhan dan kapal.
"Di Jawa kami menganggap pendapatan rakyatnya sudah bisa membiayai sendiri fasilitas infrastruktur. Daya beli masyarakat sudah akan lebih tinggi," kata mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu
(hns/hns)











































