BBM Naik, Pertamina Jateng Gelar Operasi Pasar di 7 Daerah

BBM Naik, Pertamina Jateng Gelar Operasi Pasar di 7 Daerah

- detikFinance
Rabu, 02 Mar 2005 18:48 WIB
Semarang - Untuk mengantisipasi gejolak di masyarakat paska kenaikan harga BBM, Pertamina bekerja sama dengan Hiswana Migas Jateng menggelar operasi pasar minyak tanah di 7 daerah.Ke-7 daerah yang menjadi target operasi pasar tersebut dijatah secara bervariasi. Mereka antara lain Kota Semarang dengan 20 KL, Kab Semarang (10 KL), Salatiga (10KL), Grobogan (15 KL), Jepara (5 KL), Kendal (10 KL), dan Kudus (10 KL).Di Kota Semarang, operasi dilakukan di sejumlah tempat yakni, Kel Pedurungan Kidul, Matesih, Gayamsari, dan Banget Ayu. Masing-masing tempat di jatah 1 mobil tangki berkapasitas 5 ribu liter. Satu hingga dua jam, jatah minyak tanah itu pun habis diserbu warga.Seperti terjadi di Kelurahan Gayamsari, Kec Gayamsari, Semarang Timur. Selisih harga membuat mereka membeli minyak tanah dalam jumlah besar. Di lokasi operasi pasar, minyak tanah dijual Rp 900 per liter, sedangkan di tingkat pengecer harganya mencapai 110 - 1200 per liter.Karena tidak siap, warga menyerbu ke lokasi operasi pasar dengan jirigen seadanya. Sebagian diantaranya harus rela mengantri sambil menggendong anaknya. Sejumlah kakek-nenek juga tampak ikut serta dalam antrian itu."Ini tadi mendadak, jadi kami tidak sempat memberitahu warga sebelumnya. Kami hanya mengontak para ketua RW bahwa ada operasi pasar di kantor (Kelurahan). Siapa yang datang cepat ya dapat," kata Lurah Gayamsari A.Y Buntoro di lokasi operasi pasar, Jl Slamet Riyadi Semarang, Rabu (2/3/2005).Sementara Humas Pertamina UPMS IV Jateng - DIY I Gusti Bagus Wisnu menyatakan, operasi pasar dilakukan sejak Sabtu (27/2) lalu. Pihaknya belum bisa memastikan kapan dan berapa banyak jatah yang akan digelontorkan dalam operasi pasar tersebut."Pokoknya nanti kalau situasi sudah kondusif kita akan hentikan operasi pasar. Saat ini, masyarakat kan masih dalam keadaan panik setelah pengumuman itu," kata Wisnu dengan nada datar.Wisnu menambahkan, pihaknya menggelar operasi pasar setelah ada laporan dari posko Pertamina di daerah-daerah. "Kalau mereka meminta ya kami harus siap. Tapi kalau ada penimbunan itu sudah urusan polisi. Itu tindakan kriminal," terangnya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads