Namun, hal ini tak lantas membuat warga Australia memberantas buaya-buaya ganas ini. Pemerintah Australia lantas membangun taman konservasi khusus buaya-buaya ini, salah satunya di Darwin, Ibu Kota Northern Territory.
Pihak detikFinance, bersama beberapa media asing Asia memenuhi undangan undangan Departement of Foreign Affair and Trade, Australian, beberapa waktu lalu berkesempatan mengunjungi salah satu tempat konservasi buaya, yakni Crocodylus Park & Zoo. Sekilas, tempat ini seperti kebun binatang, karena di tempat itu tak hanya buaya saja, ada pula singa putih dan singa dari Afrika, kangguru, emu, macan dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini kalian bisa melihat buaya air asin sepanjang 3,6 meter dengan berat 225 kg melompat tinggi dan menerjang sepotong ayam. Kalian bisa melihatnya dari jarak dekat hanya 2 meter dari tempat buaya berada," kata Carrie salah satu pemandu Crocodylus Park & Zoo.

Untuk masuk ke taman buaya ini, pengunjung akan dikenakan tiket masuk AU$ 30-40 atau sekitar Rp 400.000 (kurs Rp 10.000), bila ingin melihat buaya di alam berkeliling menggunakan kapal, pengunjung dikenakan tambahan biaya lagi sekitar UA$ 14 (sekitar Rp 140.000).

Satu yang paling menakjubkan di taman buaya ini, taman ini sangat bersih, pengunjung bisa melihat buaya, singa, dan hewan lainnya dengan jarak sangat dekat. Selain itu banyak burung kakak tua, bangau dan lainnya terbang bebas berkeliaran, tanpa ada pembatas sekalipun.
Pengelola taman buaya ini tak hanya pantai merawat buaya-buaya ganas ini, tapi mampu memaksimalkan secara ekonomis untuk menambah pendapatan taman ini. Mulai dari kulit, tulang, daging, gigi dari buaya semuanya termanfaatkan.
Pengunjung bisa membeli souvenir atau pernak pernik dari buaya, namun siap-siap harganya sebagian besar memeras kantong, untuk tas wanita harganya mulai dari UA$ 1.250 (Rp 12,5 juta), sabuk sekitar UA$ 70. Bila ingin merasakan kelembutan daging buaya, untuk bagian ribs dijual Rp 175.000 per kg, tenderloin Rp 330.000 per kg, burger buaya Rp 180.000.
Penasaran dengan nikmatnya daging buaya ini, detikFinance dan beberapa rombongan mencoba salah satu menu di restoran Crocodylus Park, yakni burger daging buaya.

"Rasanya seperti daging ayam, lezat," kata Meng Lingjuan, wartawan dari China Economic Net.
Bila berkunjung ke Darwin, taman buaya ini patut dikunjungi, berada di kawasan McMillans Road, Berrimah, Australia Bagian Utara. Hanya 15 menit dari pusat kota Darwin.Â
(rrd/hen)











































