Garap Proyek Pemerintah, Kontraktor Diminta Tiru Kebersihan MRT Jakarta

Garap Proyek Pemerintah, Kontraktor Diminta Tiru Kebersihan MRT Jakarta

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2015 16:25 WIB
Garap Proyek Pemerintah, Kontraktor Diminta Tiru Kebersihan MRT Jakarta
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) meminta proyek konstruksi yang dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), memperhatikan aspek kebersihan dan keselamatan.

Ini seperti yang diterapkan pada proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan sodetan Ciliwung. Proyek tersebut sangat bersih dan memiliki fasilitas pendukung untuk para pekerja.

"Masa proyek ratusan miliar sampai triliunan kamar mandi jelek. Di mana-mana kotor. Kalau kita kerja dengan asing bisa bersih. Kamar mandi bagus, sampah ngak berceceran. Kita bisa tiru MRT Jakarta dan sodetan Ciliwung, di sana bisa bersih dan kamar mandi wangi," kata Dirjen Sumber Daya Air (SDA), Kementerian PUPR, Mudjiadi saat penandatangan kontrak di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain soal kebersihan, Kementerian PUPR PUPR mewajibkan kontraktor seperti pada proyek 3 bendungan baru untuk memperhatikan aspek keselamatan pekerja konstruksi. Pada tahun 2015 saja, PUPR melelang 13 bendungan baru senilai Rp 9,23 triliun. Peralatan dan supervisi keselamatan kerja harus dijaga. Bila terjadi kecelakaan bahkan sampai ada pekerja yang meninggal, Kementerian PUPR akan menjauhkan sanksi tegas.

"Kalau ada meninggal. Tim leader, PPK, dan manager proyek akan di-grounded. Yang susah saya, karena grounded PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Nanti 2 tahun tim leader dan manajer proyek nggak boleh kerja di SDA," ujarnya.

Kementerian PUPR juga meminta para kontraktor memasukkan item-item keselamatan, keamanan dan kebersihan kerja ke dalam kontrak. Bila dalam proses berjalan kontraktor lalai, PUPR sebagai pemberi kerja akan memberikan sanksi.

"Mulai kontrak ke depan, harus ada K3. Kontrak selesai 1-2 minggu ke depan, bapak ibu amademen kontrak, K3 ada by items, nggak ada nantinya alasan, kondisi di lapangan kotor karena nggak ada biaya," sebutnya.

(feb/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads