Direktur Utama AP II, Budi Karya mengatakan, untuk merealisasikan rencana ini, pihaknya akan mengandeng perusahaan cargo berkelas dunia, terutama dari Timur Tengah dan Asia Barat.
"Kita akan undang pemain kargo besar dari Timur Tengah dan Asia Barat, sehingga mereka bersemangat jadikan Indonesia sebagai pusat pengiriman barang/paket," ujar Budi, di acara diskusi Deloitte di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendapatan kargo udara di bandara-bandara AP II baru berkontribusi 2% dari total revenue," katanya.
Budi menambahkan, pembangunan cargo village di Soetta juga bertujuan, agar kargo-kargo yang dikirim dari Indonesia ke luar negeri, tidak hanya mampir (transit) terlebih dahulu di Singapura. Alasannya, karena bisnis kargo di Indonesia belum terlalu dikelola dengan baik, dan minim pemain besar.
"Semua barang dari Sumatera, Jawa, dan sebagainya harus di bawa ke Singapura dulu, baru ke negara tujuan," tutup Budi.
(feb/rrd)











































