160 Pasar Tradisional akan Dibangun di Aceh dan Sumut
Kamis, 03 Mar 2005 19:07 WIB
Banda Aceh - Departemen Perindustrian dan Perdagangan akan membangunan 160 pasar tradisional di Aceh dan Sumut pasca bencana gempa bumi dan tsunami. Untuk itu, disiapkan dana sekitar Rp 74 miliar. Tahap awal, pasar yang akan dibangun berjumlah 20 unit pasar. "Dana pembangunan pasar itu berasal dari APBN, untuk 20 unit pasar yang akan dibangun di Aceh direncanakan tahun 2005 ini juga. Sementara, sisanya akan dibangun tahun 2009," jelas Kepala Dinas Perindag Azhar Amin pada wartawan di Media Centre, Kamis (3/3/2005). Dia menambahkan, sedikitnya pembangunan 20 pasar itu membutuhkan dana Rp 300 sampai Rp 375 juta untuk satu unit. Sementara itu, Deperindag juga telah mendistribusikan 1.500 tenda untuk para pedagang melalui camat. Dari jumlah itu, yang telah terpasang sekitar 1.336 tenda. "Untuk modal akan ditangani Departemen koperasi. Dalam pembagian tenda ini, kita khusus untuk pedagang yang telah berjualan, tinggal kita datang untuk memasang tenda tersebut," lanjutnya. Gula Impor Mulai Masuk Sementara itu, mulai hari ini, sebanyak 2.500 ton gula impor dari Thailand mulai masuk ke Aceh melalui Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar, menyusul kebijakan pemerintah pusat untuk memasukkan gula impor langsung ke Aceh, tampa melalui Medan. Azhari mengharapkan, dengan masuknya gula ini dapat menekan harga gula di Aceh. Saat ini, harga gula mencapai Rp 5.600 perkilogram. Sebelum tsunami, harga gula berkisar Rp 5.000 perkilogram. Selain itu, Departemen Perdagangan juga akan melakukan pelaksana impor Gula, yang kelak akan dilakukan PT. Kande Agung. Sebanyak 10 ribu ton gula telah mendapat izin persetujuan impor.
(asy/)











































