Para calon Ketua Umum (Ketum) Kadin Indonesia 2015-2020 menyampaikan visi dan misinya di depan para kadin daerah dan asosiasi dalam Munas Kadin VII di Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Selasa malam (24/11/2015). Kedua calon yaitu Rosan Roeslani dan Rachmat Gobel menyampaikan beberapa pokok pikirannya ketika nanti terpilih jadi orang nomor 1 di Kadin.
Calon nomor urut 1, Rosan menyampaikan ada 3 hal prioritas yang akan dilakukannya bila dipercaya memimpin Kadin Indonesia.
Pertama, konsolidasi dan penguatan internal Kadin Pusat dan Kadin Provinsi. Menurutnya Kadin merupakan mitra sejajar pemerintah sehingga harus tahu semua aspek potensi bisnis dari mikro hingga makro. Ia akan membuat sistem laporan bergulir dari daerah agar berbagai potensi bisnis daerah bisa terus digali setiap waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, ia akan memilih beberapa industri strategis buat dikembangkan di nasional regional dan internsional. Ia mencontohkan produk sawit Indonesia harus menjadi juara di tingkat global. Selain itu ada produk lainnya yang strategis seperti sepatu dan telekomunikasi.
Ketiga, memberikan perhatian khusus pada industri kreatif dan pengusaha pemula di bidang teknologi. Hal ini sebagai bentuk upaya perhatian bagi anak-anak muda sebagai pilar masa depan.
"10 bulan perjalanan saya keliling provinsi dan kota saya nikmati dan syukuri, saya ketemu teman-teman dan sababat yang jadi satu. Indonesia spesial dan unik," katanya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia mengedepankan pada demokrasi melalui musyawarah mufakat. "Saya ajak abang saya abang Rachmat Gobel bangun Indonesia ke depan, kemenangan terbesar adalah perdamaian," katanya.
Sementara itu, calon nomor urut 2, Rachmat Gobel mengaku hanya punya persiapan 3 minggu untuk menghadapi pemilihan Ketum Kadin. Ia menyampaikan ada 3 alasan dirinya berani maju di Munas Kadin.
Pertama, karena tantangan dunia usaha dalam era globalisasi dalam 30 hari ke depan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Kedua, ingin melanjutkan tanggung jawab mewujudkan visi kadin 2030 menjadikan Indonesia negara industri.
Ketiga, Kadin perlu konsolidasi yang kuat di pusat daerah maupun asosiasi.
"Itu 3 alasan walaupun banyak geleng kepala ini nekad Rachmat Gobel," katanya.
Dalam kesempatan itu Gobel juga bercerita soal pengalamannya menjadi menteri perdagangan selama 10 bulan di kabinet kerja Presiden Jokowi. Ia bercerita soal membuat kebijakan publik terkait beras, gula, hingga mengungkap soal adanya dugaan mafia pangan.
Ia merasa yakin bila punya niat yang baik dan untuk kepentingan nasional, dengan pengalamannya maka dirinya berani maju sebagai calon Ketum Kadin. Gobel menegaskan ingin melanjutkan apa yang sudah dibuat oleh Kadin agar bisa diimplementasikan dengan baik.
"Visi dan misi bukan buat hal baru, tapi implementasikan hal yang belum tercapai oleh Kadin. 2030 kita bisa jadi negara indutri yang berakar dan kuat. Kita punya pasar yang besar untuk modal kita bangun industri kita," katanya.
Gobel mengatakan Kadin sebagai kepanjangan tangan pemerintah, maka banyak sekali yang bisa dilakukan dalam 5 tahun ke depan. Hal ini bisa jalan bila Kadin kita kuat dan bersatu, dan juga dengan para asosiasi dunia usaha.
"Saya tak punya visi baru, tapi lanjutkan visi Kadin yang jangkanya 2030 nanti. Yang belum diimplementasikan," tegas Gobel.
Β
Sampai berita ini diturunkan, proses musyawarah mufakat tak tercapai kesepakatan. Sehingga pemilihan Ketum Kadin 2015-2020 berlangsung secara voting, yang mencakup 132 suara Kadin Daerah dan Asosiasi. Sidang dipimpin oleh Ketua Sidang Bambang Soesatyo.
(hen/hns)









































