Alhasil, defisit anggaran tahun ini pun diproyeksi mencapai 2,7%. Sebelumnya, dalam APBN-P 2015, target defisit anggara dipatok di bawah 2,5% PDB, yaitu sebesar 2,23% PDB
"2,7% kalau proyeksi terburuknya," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Jumat (27/11/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asumsinya pengeluaran 100%, emang mungkin ya sekitar 92%-93%," imbuhnya.
Sementara untuk tambahan pembiayaan, Bambang mengaku telah mempersiapkan sejak beberapa bulan sebelumnya. Pembiayaan ditarik melalui pinjaman multilateral, seperti dari Bank Dunia dan Asia Development Bank (ADB).
"Nilainya disesuaikan dengan defisit, itu saja. Belum semua ditarik," tegas Bambang.
Bambang memastikan tidak akan ada pemotongan belanja dari Kementerian Lembaga (KL). Namun untuk penyertaan modal negara (PMN) yang ditujukan untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak akan direalisasikan keseluruhan.
"Pokoknya sampai akhir tahun sebagian besar akan dibayarkan," pungkasnya.
(mkl/hns)










































