Menkeu: Proyeksi Penerimaan Pajak 85% dan Defisit Anggaran 2,7%

Menkeu: Proyeksi Penerimaan Pajak 85% dan Defisit Anggaran 2,7%

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2015 15:40 WIB
Menkeu: Proyeksi Penerimaan Pajak 85% dan Defisit Anggaran 2,7%
Jakarta - Hanya tersisa sekitar sebulan sebelum akhirnya pemerintah menutup buku dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 (APBN-P 2015). Namun, Penerimaan pajak ternyata masih jauh dari target realisasi.

Alhasil, defisit anggaran tahun ini pun diproyeksi mencapai 2,7%. Sebelumnya, dalam APBN-P 2015, target defisit anggara dipatok di bawah 2,5% PDB, yaitu sebesar 2,23% PDB

"2,7% kalau proyeksi terburuknya," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Jumat (27/11/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penerimaan pajak diproyeksi hanya akan sebesar 85% dari total target dalam APBN yang sebesar Rp 1.294 triliun. Sedangkan belanja negara, realisasinya diperkirakan mencapai 92% dari target Rp 1.984,1 triliun.

"Asumsinya pengeluaran 100%, emang mungkin ya sekitar 92%-93%," imbuhnya.

Sementara untuk tambahan pembiayaan, Bambang mengaku telah mempersiapkan sejak beberapa bulan sebelumnya. ‎Pembiayaan ditarik melalui pinjaman multilateral, seperti dari Bank Dunia dan Asia Development Bank (ADB).

"Nilainya disesuaikan dengan defisit, itu saja. Belum semua ditarik," tegas Bambang.

Bambang memastikan tidak akan ada pemotongan belanja dari Kementerian Lembaga (KL). Namun untuk penyertaan modal negara (PMN) yang ditujukan untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak akan direalisasikan keseluruhan.

‎"Pokoknya sampai akhir tahun sebagian besar akan dibayarkan," pungkasnya.

(mkl/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads