Blusukan ke Karawang, KPPU Temukan Indikasi Permainan 'Mafia' Beras

Blusukan ke Karawang, KPPU Temukan Indikasi Permainan 'Mafia' Beras

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2015 19:00 WIB
Blusukan ke Karawang, KPPU Temukan Indikasi Permainan Mafia Beras
Karawang - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengendus adanya praktik tak sehat dalam rantai pasok beras di Jakarta. Hal ini membuat pasokan beras medium mengalami kelangkaan sehingga harganya naik.

Ketua KPPU, Muhammad Syarkawi Rauf mengungkapkan, dugaan adanya permainan pasokan beras agar harga terkerek naik ini, terindikasi setelah pihaknya melakulan penelusuran langsung ke Pasar Induk Beras Karawang (PIBK), di Johar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (27/11/2015).

"Kita datang untuk lihat langsung kondisi pasokan beras yang ada di sekitar Jakarta. Kemarin di Cipinang ada temuan beras yang IR 64 medium yang harganya Rp 8.900-9.000/kg, barangnya sedikit. Hari ini kita datang ke Karawang faktanya 3-4 toko besar yang kita datangi semuanya punya beras banyak," ujar Syarkawi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Syarkawi, dengan temuan di lapangan yang menunjukan pasokan beras medium yang masih melimpah, sementara pengakuan pedagang Cipinang yang mengalami kelangkaan, mengindikasikan adanya permainan di tingkat penyalur besar beras di Jakarta.

"Dari sisi pasokan relatif stabil dalam beberapa bulan terakhir kata pedagang sini. Mereka yang di Cipinang kan dapatnya salah satunya dari Karawang, katanya langka, yang kita temukan malah membuktikan sebaliknya, di sini soalnya masih periode panen raya," jelas Syarkawi.

Meski ada indikasi permainan di rantai pasok beras yang sampai ke Jakarta, sambungnya, pihaknya masih melanjutkan penyelidikan dengan mengerahkan investigatornya, sebelum menyimpulkan adanya praktek tak sehat.

"Yang mau kita dalami ini bagaimana beras dari sentra di Karawang ini masuk contohnya ke Cipinang. Apa yang membuatnya terhambat, apa ada hambatan atau memang ada permainan, nah kita cari siapa yang main di jalur antara ini," tutup Syarkawi.1

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads