PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) berencana membangun pelabuhan baru di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Pelabuhan ini akan mendukung aktivitas lalu lintas barang dan truk untuk program short sea shipping di dalam negeri.
Untuk pengembangan dermaga baru ini, BUMN pengelola kawasan ini bakal mengguyur dana Rp 2,2 triliun.
"Bangun dermaga saja belum termsuk crane Rp 1,1 triliun. Tapi total investasi, termasuk peralatan Rp 2,250 triliun," kata Dirut KBN, Sattar Taba di Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (28/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat beroperasi, pelabuhan ini memiliki kedalaman 8 meter dan panjang dermaga 1.300 meter. Area dukung dermaga di sisi darat seluas 20 hektar. Dengan kedalaman seperti itu, dermaga mampu melayani kapal dengan bobot 15.000 DWT (Deadweight Tonnage)
"Dermaga rencana bangun sepanjang 1.300 meter. Peruntukannya untuk coastal shipping dan multi purpose, kemudian melayani pembangkit. Di situ rencana bakal dibangun PLTG 2X1000 MW. Terus untuk mendukung dry port dan terminal gas," ujarnya.
Saat beroperasi di 2017, dermaga akan menjadi pendukung Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara. New Marunda Port (CO4) akan melayani aktivitas bongkar barang dan curah dalam negeri. Fungsi pelabuhan juga mendukung aktivitas industri-industri yang berada di area KBN Marunda dan Cakung.
Selain itu, kapal bakal melayani angkutan pembawa truk barang rute Jawa.
"Nanti disana, truk bisa kapal RORO. Angkutan truk di pantura, dialihkan ke situ. Untuk kurangi beban tinggi serta kecelakaan. Ini bisa pangkas biaya transportasi 30%-40%," tambahnya.
(feb/hns)











































