Namun, sampai akhir November ini pengadaan sapi indukan yang dilakukan Kementan tak berjalan mulus. Bahkan proses lelangnya belum selesai sampai hari ini.
"Memang nggak mudah (impor sapi indukan), ada masalah lelang. Semua harus hati-hati. Sekarang (lelang) belum selesai," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Muladno, usai Upacara HUT Korpri di Lapangan Upacara Kementan, Jakarta, Senin (30/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sedang diurus, mudah-mudahan bisa jalan di waktunya yang mepet ini. Harapannya 11.000 ekor," katanya.
Ia mengatakan bila lelang tak juga beres, Kementan akan mencari cara lain untuk pengadaan sapi indukan ini.β "Kalau tidak selesai, pemerintah akan ambil keputusan harus bagaimana. Masih berproses," katanya.
Sebagai informasi, βpopulasi sapi di Indonesia saat ini hanya sekitar 12,36 juta ekor, menyusut lebih dari 3 juta ekor dalam 3 tahun. Pada 2012 populasi sapi di Indonesia masih 15,98 juta ekor.
βTingkat konsumsi daging sapi di Indonesia pada 2015 ini 2,56 kg/kapita/tahun. Dengan jumlah penduduk 255 juta jiwa, total kebutuhan daging sapi mencapai 653.000 ton atau setara dengan 3,8 juta ekor sapi per tahun.
Menurut perhitungan di atas kertas, pasokan sapi lokal hanya mampu memenuhi 2,44 juta ekor per tahun atauβ setara dengan 416.000 ton, atau 60% kebutuhan daging sapi di dalam negeri. Indonesia membutuhkan banyak sekali sapi indukan untuk meningkatkan populasi sapi dan mencapai swasembada daging sapi.
(hen/hen)











































