Follow detikFinance
Senin 30 Nov 2015, 12:56 WIB

Jonan Kepincut Kontainer 'Lipat' Karya Mahasiswa ITS

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jonan Kepincut Kontainer Lipat Karya Mahasiswa ITS Latama Rizky Ramadhon, mahasiswa ITS dan alat peraga kontainer 'lipat' (Foto: Feby/detikFinance)
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan, kepincut dengan karya dari pemenang lomba penelitian Transportasi Nasional tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Karya yang membuat Jonan jatuh hati ialah konsep kontainer 'lipat' karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) semester akhir, Latama Rizky Ramadhon.

Jonan mengatakan konsep kontainer lipat karya Latama bisa menjadi solusi untuk mengurangi biaya angkut menggunakan kontainer.

"Kontainer lipat ini tolong didaftarkan di HAKI, bisa diperkenalkan ke dunia usaha. Saya minta dikoordinir untuk dipresentasikan Ditjen Laut, Darat, dan Ditjen Perkeretaapian. Ini kontainer bisa dilipat. Kadang distribusi barat-timur, nggak seimbang. Berangkat penuh, pulang setengah penuh atau sebaliknya," kata Jonan saat penyerahan penghargaan Adi Cipta Tata Wahana Nusantara Award di Kemenhub, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2015).

Penelitian karya mahasiswa ITS ini menurutnya tidak sekedar konsep belaka namun bisa diterapkan di dunia usaha.

"Penelitiannya bagus. Saya akan baca dan coba bantu promosikan," janji Jonan.

Di tempat yang sama, Latama menjelaskan konsep kontainer lipat ini belum diterapkan di industri logistik dunia. Konsep ini baru sebatas hasil penelitian yang telah ada di Belanda dan Amerika Serikat. Ia tertarik menerapkan konsep riset ini di Indonesia karena angkutan barang dari Indonesia Timur ke Barat, banyak kosong namun peti kemas tetap harus dibawa.

Alhasil, biaya membawa petikemas kosong tersebut harganya hampir disamakan dengan petikemas isi. Dengan konsep peti kemas lipat ini, petikemas yang kosong yang berjumlah 4 unit bisa dilipat menjadi berukuran 1 kontainer sehingga bisa menekan ongkos dan menghemat ruang di dalam kapal.

"Yang kosong itu makan space dan biaya ditanggung banyak. Dulu (sebelum ada kontainer lipat) bisa bayar 4 terus nanti bisa bayar jadi 1 karena bisa dilipat," kata Latama

Penghargaan Adi Cipta Tata Wahana Nusantara menjaring peserta dari tingkat SMA dan perguruan tinggi. Berikut daftar pemenang Adi Cipta Tata Wahana Nusantara 2015

Katagori SMA-S1:
Juara I, Latama Rizky dengan karya: optimalisasi biaya logistik dalam imbalance kargo market dengan penggunaan petikemas lipat.
Juara II, Nini Apriyani Rumata dengan karya: alternatif rencana dry port dalam menunjang distribusi logistik yang efisien dalam wilayah Sulawesi Selatan.
Juara III, Agus Ramelan dengan karya: integrasi layanan Pos Indonesia sebagai jasa angkutan multimoda usaha mikro kecil dan menengah masyarakat pedesaaan dalam menghadapi MEA 2015.

Katagori S2 dan S3 :
Juara I, HMT. Manulu dengan karya: kajian pengembangan sistem pelayanan angkutan barang dalam pendistribusian kebutuhan daerah hulu Mahakam.
Juara II, Irwan Tri Yunianto dengan karya: desain konseptual sistem pengangkutan sepeda motor pada lintasan penyeberangan.
Juara III, Jamaluddin Rahim dengan karya: konektivitas tol laut dengan pelayaran rakyat sebagai alternatif transportasi logistik ke wilayah pegunungan tengah Papua.



(feb/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed