Didik Petani, Kementan Bikin 134 'Laboratorium' Pertanian

Didik Petani, Kementan Bikin 134 'Laboratorium' Pertanian

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 01 Des 2015 15:53 WIB
Didik Petani, Kementan Bikin 134 Laboratorium Pertanian
Bogor - Kementerian Pertanian (Kementan), hari ini, Selasa (1/12/2015), meluncurkan Taman Sains Pertanian (TSP), dan Taman Teknologi Pertanian (TTP). Kedua taman ini dibangun untuk sarana alih tekhnologi pada petani secara langsung.

"Keduanya juga dipakai untuk model contoh pertanian, peternakan, dan perikanan terpadu. Serta peningkatan dalam agroteknologi dan agribisnis secara langsung pada masyarakat," jelas Kepala Balitbang Kementan, Muhammad Syakir sebelum acara peluncuran TSP dan TTP di Kompleks Balitbang Cimangu, Bogor.

Menurut Syakir, pihaknya menargetkan dapat membangun 5 TSPT serta 16 TTP sebelum pergantian tahun. Petani dan pelaku agrobisnis bisa langsung mendatangi laboratorium pertanian tersebut untuk mengaplikasikan temuan-temuan baru yang dihasilkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ini untuk sarana penerapan dan alih tekhnologi hasil Litbang Kementan, Kementerian Riset dan Tekhnologi, swasta, dan perguruan tinggi langsung pada masyarakat," kata Syakir.

"TSP akan dibangun di tingkat provinsi untuk wahana pengkajian, penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi pertanian, termasuk untuk melatih penyuluh dan petani. Sedangkan TTP dibangun di kota atau kabupaten untuk implementasi inovasi yang lebih spesifik sesuai potensi wilayah," tambahnya.

"Kemudian dalam 5 tahun kita targetkan ada 34 TSP dan 100 TTP. Jadi keduanya bisa jadi sumber inovasi yang dapat diakses oleh masyarakat pengguna, nanti dilengkapi dengan sarana berlatih bagi masyarakat atau pelaku agribisnis," ujarnya.

Syakir menuturkan, nantinya laboratorium pertanian ini dikelola oleh pemerintah daerah, baik dari sisi anggaran, perencanaan, organisasi, dan sumber daya manusia.

Ia mencontohkan, fungsi keduanya seperti pengembangan tekhnologi pertanian sesuai potensi daerah. Seperti varietas padi Jantho di Aceh, teknologi Guguak Kakao di Sumatra Barat, tekhnologi lahan kering di NTT, Domba Garut Cikajang di Jawa Barat, dan pengembangan pertanian lainnya sesuai karakter daerah.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads