Amran yang mengenakan baju batik coklat ini tiba di Balai Penelitian Kementerian Pertanian (Kementan), Cimanggu, Bogor, Jawa Barat pada pukul 15.00 WIB.
Sebelum melakukan peresmian, Amran menyempatkan diri melihat-lihat teknologi hasil penelitian Balitbang Kementan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Amran menjelaskan dengan penggunaan alat modern, maka tingkat kehilangan gabah bisa ditekan. Bila dihitung dalam jutaan hektar lahan sawah maka penghematan bisa mencapai triliunan rupiah.
Sebagai informasi, Kementan menargetkan dapat membangun 5 TSPT serta 16 TTP sebelum pergantian tahun. Petani dan pelaku agrobisnis bisa langsung mendatangi laboratorium pertanian tersebut untuk mengaplikasikan temuan-temuan baru yang dihasilkan litbang kementan.
Laboratorium petani ini dipakai untuk sarana penerapan dan alih tekhnologi hasil Litbang Kementan, Kementerian Riset dan Tekhnologi, swasta, dan perguruan tinggi langsung pada masyarakat.
TSP akan dibangun di tingkat provinsi untuk wahana pengkajian, penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi pertanian, termasuk untuk melatih penyuluh dan petani. Sedangkan TTP dibangun di kota atau kabupaten untuk implementasi inovasi yang lebih spesifik sesuai potensi wilayah.
Dalam 5 tahun, Kementan menargetkan ada 34 TSP dan 100 TTP. Keduanya bisa jadi sumber inovasi yang dapat diakses oleh masyarakat pengguna, nanti dilengkapi dengan sarana berlatih bagi masyarakat atau pelaku agribisnis.
(hen/hen)











































