Ketika Sheikh Abu Dhabi, Mansour bin Zayed Al Nahyan, membeli klub bola Manchester City kelihatannya seperti investasi yang berisiko tinggi dan berpotensi rugi besar. Ternyata yang terjadi sebaliknya.
Salah satu investor dari China baru saja membeli 13% saham induk usaha klub bola asal Inggris ini senilai US$ 400 juta (Rp 5,2 triliun). Nilai perusahaannya sekarang ditaksir sekitar US$ 3 miliar (Rp 39 triliun), seperti dikutip dari CNN, Rabu (2/12/2015).
Padahal, dulu anggota kerajaan Abu Dhabi ini membeli Manchester City di kisaran US$ 350-400 (Rp 4,5-5,2 triliun) di 2008 dari pemelik sebelumnya, mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manchester City merupakan klub bola terkaya keenam di Inggris dengan pendapatan hingga 414 juta euro (Rp 5,7 triliun) pada musim 2013-2014.
Klub ini juga sudah dua kali memenangkan Premier League sejak dibeli Mansour. Sebelum dipegang Mansour, Manchester City terakhir kali mendapat gelar juara yang sama pada 1968.
Manchester City sekarang mencoba berekspansi ke luar negeri dengan membuka klub baru kecil-kecilan seperti New York City dan Melbourne City.
Sementara uang dari penjualan saham ke investor China tadi, yaitu CMC Holdings dan CITIC Capital, akan digunakan untuk membuka ekspansi di Negeri Tirai Bambu.
Pembelian saham Manchester City oleh CMC Holdings dan CITIC Capital ini merupakan pertama kalinya perusahaan China berivestasi di Liga Inggris.
(ang/ang)











































