"Desember ini soft launching oleh Pak Presiden di Walini," ucap Komisaris PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia Sahala Lumban Gaol usai ekpose Tim Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (2/12/2015).
Namun Sahala belum bisa memastikan tanggal tepat soft launching proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. "Kita belum bisa menyampaikan tanggalnya," kata Sahala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan menyebut rute kereta cepat Jakarta-Bandung memiliki panjang 150 kilometer dan kereta berkecepatan 250 kilometer perjam. Jarak Jakarta-Bandung yang semula ditempuh dua hingga 3 jam melalui jalur darat akan menjadi sekitar 30 menit setelah kereta cepat tersebut hadir.
"Kehadiran kereta cepat ini diharapkan mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas penduduk," ucap Hanggoro di tempat sama.
Proyek pembangunan kereta Cepat Jakarta-Bandung menelan biaya sekitar US$ 5,5 miliar atau Rp 72 triliun.
"Jawa Barat menjadi pioner kereta cepat, ya ini episode baru transportasi di Indonesia," ujar Hanggoro.
KCIC adalah perusahaan patungan antara Indonesia dan China. Indonesia diwakili konsorsium BUMN terdiri dari PT Wijaya Karya, PT Kereta Api Indonesia, PT Jasa Marga, dan PT Perkebunan Nasional VIII. Sementara China diwakili oleh China Railway International Co. Ltd.
Perusahaan tersebut bertanggung jawab menuntaskan proyek yang ditargetkan rampung pada 2019.Β
(bbn/hns)











































