"Sebenarnya lebih sinergi dulu, jadi karena BUMN sekarang dalam pengaruh situasi perekonomian global, maka kita diminta bangun sinergi," Kata Vice President Corporate Communications, Garuda Indonesia, Benny Butarbutar kepada detikFinance, Rabu (2/12/2015).
Garuda Indonesia yang memiliki kompetisi di industri aviasi, mencari lapangan terbang alternatif karena keterbatasan slot di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang dan Banda Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Akhirnya, dipilihlah Bandara Pondok Cabe milik PT Pertamina (Persero) sebagai markas baru. Apalagi, pesawat Garuda Indonesia baru terus berdatangkan, sehingga perlu bandara alternatif untuk ekspansi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(feb/rrd)











































