OJK: RI Masih Tergantung Utang Luar Negeri

OJK: RI Masih Tergantung Utang Luar Negeri

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 03 Des 2015 10:45 WIB
OJK: RI Masih Tergantung Utang Luar Negeri
Jakarta - Perekonomian Indonesia mengalami tantangan di tahun 2015 ini. Berbagai isu, misalnya perlambatan ekonomi di China, kondisi perekonomian Yunani dan Eropa yang masih belum menunjukkan kestabilan perekonomian, dan rencana The Fed (Bank Sentral AS) untuk menaikkan suku bunga telah mempengaruhi kondisi perekonomian global, tidak terkecuali Indonesia.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S Soetiono mengatakan, porsi asing di sektor jasa keuangan Indonesia sangat substansial.

Jumlah utang luar negeri Indonesia per triwulan III-2015 mencapai US$ 302,4 miliar atau sekitar Rp 4,082 triliun. Jumlah ini merepresentasikan 34,9% dari total GDP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini menujukkan bahwa perekonomian Indonesia masih tergantung kepada sumber-sumber pembiayaan dari luar negeri," ujarnya dalam Seminar Moment of Truth Manajemen Pengaduan Sektor Jasa Keuangan Indonesia, di Hotel Sangri-La, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Oleh karena itu, setiap gejolak yang terjadi di luar negeri secara langsung akan berdampak terhadap kondisi di Indonesia.

"Kita sering mendengar bersama bahwa kenaikan suku bunga The Fed dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya capital outflow dari sistem keuangan Indonesia yang akan berdampak pada melemahnya berbagai indikator perekonomian seperti nilai tukar, pertumbuhan ekonomi, pengangguran, kinerja sektor riil, meningkatkan biaya modal, dan lain-lain," terang dia.

Di tengah kondisi perekonomian global, OJK bersama pelaku usaha jasa keuangan berupaya untuk memperluas akses masyarakat ke sektor jasa keuangan.

"Akses ke sektor jasa keuangan masih menjadi permasalahan utama bagi masyarakat di Indonesia," imbuh wanita yang akrab disapa Titu ini.

(drk/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads