Manajer Humas PT Pegadaian (Persero) Basuki Tri Andayani mengatakan, ada sejumlah alasan masyarakat masih memilih gadai 'pinggir jalan' daripada meminjam dana di Perum Pegadaian.
"Jadi itu tantangan buat kami, mereka (gadai pinggir jalan) juga saingan kami. Saya kira wajar masyarakat ke gadai pinggir jalan. Prinsip kami berikan yang terbaik, bisnis kita tetap harus ikuti akuntabilitas, kita benar-benar lebih teliti pada calon nasabah," ungkap Basuki pada detikFinance, Jumat (4/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat memang perlu layanan cepat, tapi azas kehati-hatian kita pegang sekali. Maraknya dengan adanya gadai-gadai di pinggir jalan, dorong kita lakukan perbaikan terus," katanya.
Basuki melanjutkan, meski banyak usaha dana cepat dengan agunan BPKB kendaraan semakin menjamur, kredit UKM sejenis yang ditawarkan Pegadaian masih bisa tumbuh positif.
"Banyaknya gerai gadai BPKB yang marak di masyarakat, tidak memengaruhi pertumbuhan produk Kreasi atau pinjaman dengan agunan BPKB. Tahun 2014 Pegadaian menjaring 41.572 orang nasabah, sedangkan tahun ini sampai 30 November, nasabah produk ini meningkat menjadi 56.431 orang," ujar Basuki.
Sementara dari total kredit dengan jaminan BPKB, tahun lalu kredit yang tersalurkan sebesar Rp 729 miliar, sedangkan tahun 2015 hingga 30 November naik menjadi Rp 1,14 triliun.
(hen/hen)











































