Para Pebisnis Pesimistis Ekonomi AS Bakal Membaik Tahun Depan

Para Pebisnis Pesimistis Ekonomi AS Bakal Membaik Tahun Depan

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Sabtu, 05 Des 2015 14:25 WIB
Para Pebisnis Pesimistis Ekonomi AS Bakal Membaik Tahun Depan
Foto: CNN
Jakarta - Survei terbaru oleh Business Rountable dan PwC menyebutkan, sebagian besar dari para pebisnis atau CEO di Amerika Serikat (AS) meyakini bahwa di 2016 perekonomian AS masih belum membaik.

Melihat hal itu, kebanyakan dari mereka tidak akan agresif memasang target dalam menjalankan bisnisnya. Itu bukan berita baik bagi perekonomian.

Ketika para pemimpin bisnis optimistis tentang masa depan, mereka akan lebih banyak berinvestasi dan mempekerjakan lebih banyak orang dan mengembangkan produk-produk baru. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi sekarang kondisinya tidak demikian. Diperkirakan untuk investasi bisnis 2016 masih akan redup. Ini adalah kondisi terburuk sejak 2009 ketika AS masih dalam resesi besar.

"Terjadi penurunan tajam dalam investasi, ini mengkhawatirkan," kata Randall Stephenson, CEO AT&T (T,Tech30) dan Ketua Business Rountable seperti dilansir CNN.com, Sabtu (5/12/2015).

Stephenson menyalahkan perlambatan yang terjadi pada ekonomi global. Para pebisnis ini kecewa terhadap para pengambil kebijakan yang tidak melakukan reformasi pajak perusahaan.

"Jika kita ingin melihat ekonomi AS bertumbuh, Washington perlu mengadopsi pendekatan yang lebih cerdas untuk regulasi," ujarnya.

Menurut Stephenson, pajak yang diterapkan saat ini tidak kompetitif bagi dunia usaha sehingga mereka cenderung 'melarikan diri' dari AS untuk mencari pajak yang lebih rendah seperti di Eropa atau di tempat lain.

Misalnya, perusahaan besar yang bergerak di bidang obat-obatan asal AS Pfizer (PFE) baru saja mengumumkan kesepakatan untuk membeli perusahaan raksasa asal Irlandia yang berbasis di Allergan.

Mereka berencana untuk memindahkan kantor pusat mereka di luar negeri dan mencari pajak yang lebih rendah.

Perlambatan ekonomi global ini merupakan masalah besar.

Pesimisme juga terlihat dari para eksekutif. Dalam survei terbaru disebutkan bahwa lebih dari 200 eksekutif dari perusahaan swasta meyakini bahwa ekonomi global saat ini tengah terpuruk.

Devaluasi yuan oleh China pada bulan Agustus lalu memicu pasar saham global jatuh, ini membebani para pebisnis di AS.

Hanya seperempat dari para eksekutif yang disurvei oleh PwC berencana untuk menanamkan investasi baru, angka ini turun 36% dibanding kuartal sebelumnya.

Dan hanya lebih dari setengah dari perusahaan yang disurvei, berencana untuk melakukan perekrutan karyawan, ini juga merupakan penurunan dari tahun sebelumnya.

Tapi, kondisi demikian tidak seperti krisis di 2007 atau 2008. Tidak ada situasi yang mengerikan seperti saat itu. Business Rountable memprediksi ekonomi AS akan tumbuh 2,4% tahun depan, hampir sama dengan tahun ini alias stagnan.

(drk/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads