"Paket I saat ini pembebasan lahannya sudah mencapai hampir 90% dengan progres konstruksi mencapai 20%. Sedangkan, paket II belum mulai konstruksi karena lahan baru 20%," kata Tri Agus Riyanto, Direktur Utama Citra Waspphutowa kepada detikFinance, Sabtu (5/12/2015).
Secara keseluruhan, investasi pembangunan tol Depok-Antasari mencapai Rp 4,76 triliun. Tol tersebut terbagi dalam dua seksi, yakni seksi I Antasari-Sawangan sepanjang 12 kilometer, dan seksi II Sawangan-Bojonggede sepanjang 9,5 kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika lahan bisa lebih cepat maka target kami selesai tahun depan," kata Tri.
Tri menjelaskan, saat ini proses konstruksi terus berkejaran dengan pembebasan lahan sehingga jika lahan tidak segera berproses maka konstruksi bisa saja berhenti berjalan.
Sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Tri menjelaskan belum merasakan realisasi pembebasan lahan dengan menggunakan UU 2.
"Pembebasan lahan di ruas kami mulai pada awal Oktober sehingga belum terasa manfaatnya," kata Tri.
Dia berharap jika memang UU 2 berjalan lancar, pada 2016 pemerintah bisa menyiapkan dana lebih pada tahun depan.
"Jangan sampai terjadi polemik karena masyarakat sudah bersedia melepas lahan, tapi pemerintah kekurangan dana," kata Tri.
Sejak penandatangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) menurut Tri, lahan menjadi komponen yang paling menjadi masalah dalam pembangunan jalan tol.
(dna/rrd)











































