Kapal ternak pertama milik RI sudah melaut mengangkut sapi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan mulai tahun depan akan ada tambahan lima kapal ternak yang mengangkut sapi dari sentra sapi di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Mentan mengatakan, dengan memakai kapal ternak, pemilik ternak bisa memangkas biaya dari semula Rp 1,8 juta/ekor menjadi Rp 320 ribu/ekor. Selain itu, rantai pasok bisa terpangkas dari semula 13 pos menjadi hanya 4 pos.
"6 kapal nanti bisa angkut sapi dari NTT, NTB dan Sulsel sebanyak 3.000 ekor sekali jalan. Kalau bisa lakukan ini, kita menjaga harga daging sapi. Biasanya kalau ada impor itu harga tinggi. Padahal kita amati harga di NTT hanya Rp 25.000-26.000/kg (bobot hidup) jadinya harusnya Rp 50.000/kg daging. Sampai pelabuhan Rp 30.000/kg. Di Jakarta kok daging Rp 100.000/kg," ungkap Mentan Amran Sulaiman, ditemui dalam Gerakan Tanam Serempak di Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Senin (7/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu masih ada spare untuk peternak. Kita akan menggeser keuntungan dari pedagang perantara ke peternak," tambahnya.
Harga bisa turun, kata Mentan, sebab biaya angkut berkurang signifikan dan susut bobot hanya 2%-5% dari semula 20%.
"Sapi selama ini 2 bulan di atas kapal disimpan di dalam truk, jadi bukan pengggemukan tapi pengurusan. Hilang 20% dari Rp 30.000 atau hilang Rp 6.000/kg menguap tidak dinikmati konsumen dan pedagang karena susut bobot sapi. Sekarang, harga daging sapi di Tanjung Priuk sudah bisa Rp 31.000/kg (bobot hidup)," terang Mentan.
Mentan.mendengar ada oknum yang mengganggu hasil kesepakatan antara Mentan, Gubernur NTT dan.pelaku usaha ternak sapi di NTT terkait harga daging sapi di Pelabuhan Tanjung Priuk.
"Setelah kita mau bayar, ada orang minta naik Rp 11.000/kg jadi Rp 41.000/kg. Jangan seperti itu," kata Mentan.
Meski belum langsung berdampak pada pengurangan impor sapi, menurutnya dengan pengangkutan lancar dari sentra sapi di NTT, NTB dan Sulsel bisa menepis pengaruh harga daging impor yang selama ini mengerek naik harga daging sapi lokal.
"Impor hanya 500-600.000 ton. Kalau sudah lancar masuk sapi dari sentra, harga impor tidak akan pengaruhi harga daging lokal. Kalah murah," pungkasnya
(hns/hns)











































