Mendag Lembong Waspadai Risiko Global dari Turki

Mendag Lembong Waspadai Risiko Global dari Turki

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 07 Des 2015 11:58 WIB
Mendag Lembong Waspadai Risiko Global dari Turki
Jakarta - Kondisi ekonomi global sudah mengalami banyak perbaikan dibandingkan tahun 2013 lalu, begitu juga perekonomian nasional. Meski demikian perekonomian global masih rapuh, gejolak sedikit saja bisa membuat perekonomian dalam negeri ikut terpukul.

Demikian disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Tom Lembong dalam acara Apindo CEO's Gathering di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (7/12/2015).

"Mulai pertengahan tahun ini saya mulai optimistis, baik dari sisi global maupun program domestik. Tapi kondisi ekonomi masih rawan, masih fragile," kata Lembong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lembong menyebut kondisi perekonomian Turki sebagai salah satu sumber risiko yang patut diwaspadai. Saat ini total utang jangka pendek Turki mencapai US$ 200 miliar, sementara itu cadangan devisanya hanya US$ 100 miliar.

Bila Turki gagal menegosiasikan penjadwalan ulang terhadap utang-utang jangka pendeknya, negara yang berada di antara Benua Asia dan Eropa tersebut‎ bakal jatuh dalam krisis. Krisis di Turki bisa berefek domino ke berbagai negara di seluruh dunia.

‎"Turki mirip sekali dengan Indonesia, mereka juga anggota G20, Turki cadangan devisanya juga US$ 100 miliar (Indonesia juga sekitar US$ 100 miliar), tapi utang jangka pendeknya US$ 200 miliar. Kalau Turki gagal memperpanjang jangka waktu utang, itu efeknya domino," paparnya.

Ia berharap, semua pihak harus tetap waspada di tengah kondisi ekonomi global yang belum menentu, termasuk Indonesia. Salah sedikit saja, Indonesia bisa terseret juga dalam krisis.‎

"Kita nggak tahu efek dominonya kemana. Masih banyak risiko dalam krisis global, kita jangan lengah," tutupnya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads