Demikian disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Tom Lembong dalam acara Apindo CEO's Gathering di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (7/12/2015).
"Mulai pertengahan tahun ini saya mulai optimistis, baik dari sisi global maupun program domestik. Tapi kondisi ekonomi masih rawan, masih fragile," kata Lembong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila Turki gagal menegosiasikan penjadwalan ulang terhadap utang-utang jangka pendeknya, negara yang berada di antara Benua Asia dan Eropa tersebut bakal jatuh dalam krisis. Krisis di Turki bisa berefek domino ke berbagai negara di seluruh dunia.
"Turki mirip sekali dengan Indonesia, mereka juga anggota G20, Turki cadangan devisanya juga US$ 100 miliar (Indonesia juga sekitar US$ 100 miliar), tapi utang jangka pendeknya US$ 200 miliar. Kalau Turki gagal memperpanjang jangka waktu utang, itu efeknya domino," paparnya.
Ia berharap, semua pihak harus tetap waspada di tengah kondisi ekonomi global yang belum menentu, termasuk Indonesia. Salah sedikit saja, Indonesia bisa terseret juga dalam krisis.
"Kita nggak tahu efek dominonya kemana. Masih banyak risiko dalam krisis global, kita jangan lengah," tutupnya.
(hen/hen)











































