Proyek Kereta Cepat Balik Modal Setelah 25 Tahun

Proyek Kereta Cepat Balik Modal Setelah 25 Tahun

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 07 Des 2015 14:46 WIB
Proyek Kereta Cepat Balik Modal Setelah 25 Tahun
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut proyek kereta cepat (High Speed Railway/HSR) memerlukan modal tak sedikit. Selain investasi tinggi, proyek kereta cepat baru balik modal setelah 25 tahun.

Itupun pemerintah sudah andil dalam penyertaan modal hingga jaminan lain. Pernyataan ini merujuk pada pengembangan kereta cepat di dunia.

"Rule of thumb, proyek kereta cepat dunia baru 25 tahun break even," kata Dirjen Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko ditemui di sela Rapat Kerja, Kemenhub, Jakarta, Senin (7/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Hermanto mengaku seluruh proyek kereta cepat di dunia tetap memerlukan bantuan pemerintah. Bila tidak, proyek kereta cepat bisa 'bangkrut' seperti Taiwan. Di Taiwan, lanjut Hermanto, proyek kereta cepat sangat minim dukungan pemerintah dan salah dalam perhitungan demand dari penumpang.

"Di sana (Taiwan) akhirnya diambil alih sama pemerintah," ujarnya.

Belajar dari kasus Taiwan, Kemenhub mensyaratkan setoran modal minimal dari Badan Usaha Kereta Cepat. Langkah ini dilakukan guna memastikan proyek kereta bisa berjalan tanpa terhenti karena kekurangan modal.

Bila gagal, pemerintah tidak akan mengambilalih ataupun membiayai karena proyek kereta cepat murni kerjasama business to business. Seperti diketahui, proyek HSR rute Jakarta-Bandung akan dikembangkan oleh BUMN RI dan China dengan investasi US$ 5,5 miliar tanpa dukungan dana pemerintah.

"Harus cash supaya jangan berhenti," tambahnya.



(feb/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads