Itupun pemerintah sudah andil dalam penyertaan modal hingga jaminan lain. Pernyataan ini merujuk pada pengembangan kereta cepat di dunia.
"Rule of thumb, proyek kereta cepat dunia baru 25 tahun break even," kata Dirjen Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko ditemui di sela Rapat Kerja, Kemenhub, Jakarta, Senin (7/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sana (Taiwan) akhirnya diambil alih sama pemerintah," ujarnya.
Belajar dari kasus Taiwan, Kemenhub mensyaratkan setoran modal minimal dari Badan Usaha Kereta Cepat. Langkah ini dilakukan guna memastikan proyek kereta bisa berjalan tanpa terhenti karena kekurangan modal.
Bila gagal, pemerintah tidak akan mengambilalih ataupun membiayai karena proyek kereta cepat murni kerjasama business to business. Seperti diketahui, proyek HSR rute Jakarta-Bandung akan dikembangkan oleh BUMN RI dan China dengan investasi US$ 5,5 miliar tanpa dukungan dana pemerintah.
"Harus cash supaya jangan berhenti," tambahnya.
(feb/hns)











































