Kecewanya Susi, Dapat Anggaran Kecil dengan Kerjaan Paling Besar

Kecewanya Susi, Dapat Anggaran Kecil dengan Kerjaan Paling Besar

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 07 Des 2015 17:08 WIB
Kecewanya Susi, Dapat Anggaran Kecil dengan Kerjaan Paling Besar
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam APBN 2016 tidak sebanding dengan wilayah dan beban kerja kementeriannya. Secara wilayah kerja, KKP punya tanggung jawab membina sektor kelautan yang merupakan 2/3 wilayah Indonesia.

Susi membandingkan, kementeriannya hanya mendapat sekitar 1/3 alokasi anggaran Kementerian Pertanian (Kementan). Padahal beban pekerjaan yang harus diselesaikan hampir sama, bahkan wilayah yang dikelola kementriannya 3 kali lebih luas dari Kementan.

"Kita mengelola dua per tiga (laut) wilayah lho, dapat anggaran kecil dengan kerjaan paling besar. Hanya sepertiga anggaran (Kementerian) Pertanian. Bisa disebut anomali ini namanya," ujar Susi dengan wajah kecewa saat konferensi pers di kantor KKP, Jakarta, Senin (7/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Susi dengan tanggung jawab yang besar, idealnya KKP bisa mendapatkan jatah anggaran 5-6 kali dari alokasi saat ini. Saat ini anggaran Kementeriannya di 2016 dipatok ‎sebesar Rp 13,8 triliun, atau turun Rp 2 triliun dibanding usulan awal.

"Masak iya Pertanian bisa dapat segitu (Rp 32,853 triliun) kita nggak. Kita hanya sepertiganya, sebaiknya bisa dapat 5-6 kali, semakin besar (anggaran) kan semakin besar ngereknya kita, semakin kenceng (produksi) nanti," jelas Susi.

Susi menuturkan, dengan anggaran sebesar Rp 13,8 triliun di 2016, kementeriannya menargetkan sektor perikanan bisa menyumbang Pendapat Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 12%. Sementara saat ini, sektor perikanan hanya berkontribusi sebesar 2,46%.

"Itu hitungan Litbang kami segitu. Dengan kita beli kapal dan sebagainya kita simulasikan bisa kejar 12% untuk PDB nasional. Malah kita maunya bisa 19% dengan anggaran segitu, tapi karena ekonomi slow down (melambat) kita target 12% saja. Itu dari simulasi anggaran yang kita dapat," terang Susi.

Sementara itu, dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), hingga kuartal III-2015 sumbangan sektor perikanan pada PDB nasional masih sebesar 2,46%.

"Perikanan kita bisa sumbang 2,4%, atau masih lebih besar dari kontribusi PDB kehutanan dan penebangan kayu 0,69%, peternakan 1,59%, hortikultura 1,59%. Namun masih lebih kecil dari PDB tanaman pangan 3,76% dan tanaman perkebunan 4,26%," pungkas Susi. 

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads