Bila pemerintah sudah pasti menetapkan kuota impor sebanyak 700.000 ekor sapi bakalan, maka ada kenaikan impor sapi hingga 100.000 ekor di 2016. Alasannya total impor sapi bakalan hingga akhir tahun ini diperkirakan capai 600.000 ekor.
"Sampai pertengahan November ini realisasi impor sapi bakalan 550.000 ekor, kira-kira 600.000 ekor sampai akhir tahun," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Feedloter Indonesia (Apfindo) Joni Liano kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (8/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pemerintah menetapkan 700.000 ekor, kita ikut saja," ucapnya.
Dia menjelaskan, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dihadiri importir sapi, Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), dan Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu telah disimpulkan bahwa ada kenaikan konsumsi daging sapi per kapita di 2016.
"Konsumsi daging sapi naik dari 2,56 kg/kapita/tahun menjadi 2,61 kg/kapita/tahun," ungkapnya.
Selain itu, jumlah penduduk juga meningkat dari 255 juta menjadi 258 juta atau bertambah 3 juta orang. "Penduduk juga naik di 2016 menjadi 258 juta orang," tukasnya.
Pihaknya mengaku lega dengan kebijakan pemerintah yang mengubah penetapan kuota impor dari per kuartal menjadi per tahun. Dengan begitu, importir mendapatkan kepastian.
"Kalau ditetapkan 1 tahun itu jauh lebih baik karena ada kepastian, tidak 3 bulan hitung terus," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pemerintah akan segera menetapkan kuota impor sapi bakalan tahun 2016 di kisaran 600.000-700.000 ekor untuk satu tahun sekaligus.
"Kita masih menghitung jumlah kuota untuk 1 tahun ke depan. Baru kita kalkulasi, kisarannya di 600.000-700.000 ekor," katanya.
(hen/hen)











































