Pelni Rancang Kapal Penumpang dan Barang Bertenaga Surya

Pelni Rancang Kapal Penumpang dan Barang Bertenaga Surya

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 09 Des 2015 14:16 WIB
Pelni Rancang Kapal Penumpang dan Barang Bertenaga Surya
Jakarta -

PT Pelni (Persero) tengah merancang kapal tenaga surya untuk angkutan penumpang dan barang di Indonesia.

Kapal ini nantinya digerakkan bukan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM), melainkan tenaga matahari. Selanjutnya, tenaga surya diubah menjadi energi yang disimpan di dalam baterai untuk menggerakkan mesin kapal.

"Kapal ini menggunakan tenaga surya yang energinya disimpan di baterai sehingga bisa berlayar 6-7 jam," kata Direktur Komersial Pelni Harry Boediarto kepada detikFinance, Rabu (9/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, kapal bertenaga surya tersebut tengah dalam tahap perancangan dan akan diuji coba di Batam. Kapal ini direncanakan memiliki kecepatan 10 knot serta mampu membawa 16 penumpang, 2 crew dan kapasitas angkut barang 2 ton.

Kapal bertenaga surya ini juga dilengkapai fitur keselamatan berteknologi tinggi sehingga bisa memantau beban kapal agar tidak berlebih.

"Pakai fitur tracking serta peralatan keselamatan elektronik sehingga bisa dipantau apabila kelebihan muatan, maka kapal tidak dapat hidup," tuturnya.

Kapal ini, lanjut Harry, akan dipakai sebagai feeder kapal Pelni ataupun kapal perintis. Selain itu, kapal ini sangat membantu melayani warga di pulau terpencil hingga perbatasan yang minim pasokan BBM.

Tidak hanya itu, kapal ini sangat aman melayani daerah wisata bahari karena tidak menimbulkan polusi berupa potensi tumpahan BBM dari kapal.

"Nah usulan untuk angkutan yang menghubungkan pelabuhan regional dan lokal adalah kapal-kapal yang memiliki draft kecil (rendah) agar dapat masuk perairan dangkal karena keterbatasan alur. Kapal ini juga tidak menggunakan BBM karena di daerah terpencil, terisolasi, perbatasan tidak tersedia BBM. Selain itu, mudah dioperasikan oleh orang biasa dan mudah dipelihara," jelasnya.

Herry menyebutkan, kapal jenis ini merupakan pertama di Indonesia, namun telah diterapkan di beberapa negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Harry mengaku mulai merancang konsep kapal bertenaga surya ini saat masih menjabat di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sebelum diproduksi massal, kapal ini akan didaftarkan terlebih dahulu di bagian Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk mendapatkan hak paten.

"Perahu ini sedang dalam proses pendaftaran HAKI, mudah-mudahan bisa diproduksi massal sehingga bisa bermanfaat bagi banyak orang," sebutnya.

(feb/drk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads