Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Muladno mengungkapkan, program SPR jadi terobosan paling realistis menambah populasi sapi dengan kondisi pola peternakan sapi di Indonesia.
"Jelas sekali kekuatan kita ada di mayoritas yang peternak kecil. Bahwa rasio kepemilikan sapi per peternak itu 2,4 ekor, jadi yang diurus pemerintah yang mayoritas," jelas Muladno dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sayangnya yang dominan orang yang punya sapi lulusanya hanya SD-SMP. Cekak pengetahuan, cekak wawasan, informasi terkini nggak sampai, pengelolaannya nggak standar. Bagaimana ini bisa jadi bisnis secara berjamaah," tambahnya.
Muladno menambahkan, selama ini program-program penambahan populasi sapi Kementan belum banyak menyentuh peternak yang skalanya kecil tersebut.
"Selama ini yang dikerjakan pemerintah langsung kerjakan ternaknya, tapi tidak garap peternaknya. Dengan SPR kita buat cerdaskan peternaknya dulu," tutup Muladno.
(drk/drk)











































