Swasembada Daging Sapi Sulit Tercapai, Kementan : Dana Terlalu Sedikit

Swasembada Daging Sapi Sulit Tercapai, Kementan : Dana Terlalu Sedikit

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 09 Des 2015 17:32 WIB
Swasembada Daging Sapi Sulit Tercapai, Kementan : Dana Terlalu Sedikit
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut, target swasembada daging sapi sulit terealisasi karena keterbatasan anggaran. Saat ini, Kementan fokus pada penambahan jumlah populasi sapi, salah satunya dengan program 'pabrik sapi' atau Sentra Peternakan Rakyat (SPR). Itu pun dengan dana yang masih terbatas.

"Dana pemerintah terlalu sedikit untuk mendominasi dan berperan besar di industri ini. Paling tidak, artinya, kita nggak mungkin bisa lakukan (swasembada) sendiri," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Muladno dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/12/2015).

Dia mencontohkan, alokasi anggaran untuk proyek pengembangan SPR pun masih terbatas. Sehingga, upaya mengurangi defisit daging impor yang saat dipenuhi dari impor masih sulit dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dana per SPR Rp 2 miliar saja per tahun. Padahal satu SPR paling tidak dikembangkan 1.000 sapi. Pemerintah hanya kasih suntikan sekitar 200 ribu ekor sapi setahun ke peternakan (rakyat)," jelas Muladno.

Muladno mengatakan, mengingat keterbatasan anggaran, tahun depan kemungkinan baru sekitar 50 SPR yang disetujui dari target awal sebesar 500 SPR.

"Makanya lewat SPR ini kita ingin berikan ke peternak yang benar-benar terpilih, dan sapinya juga harus terpilih. Sehingga sedikit tapi harus optimal," katanya.

Menurut Muladno, impian mengintegrasikan peternak-peternak rakyat skala kecil pada industri peternakan besar masih jauh tahapannya.

"Harus 3 komponen dulu, pemerintah, perguruan tinggi, dan peternak. Kalau chemistry sudah terbangun ketiganya, baru bisa bisnis dengan swasta, kita lagi bikin mushalanya dulu dengan SPR, agar istilahnya peternak-peternak ini mau jamaah," ujar Muladno.

Sebagai informasi, Kementan berencana membangun 500 'pabrik sapi' lewat SPR pada tahun 2016. Namum dalam pembahasannya, jumlah SPR mengerucut menjadi 50 SPR karena keterbatasan anggaran. Setiap SPR akan menerima dana Rp 2 miliar, termasuk untuk hibah sapi hingga pendampingan manajemen.

(drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads