Sehingga total tol yang dimiliki perseroan sampai 2018 mencapai 1.050 km. Tol ini merupakan gabungan ruas tol lama dan baru milik perseroan.
"2018 selesaikan, kita punya 1.050 km tol. Yang baru ada 460 km," kata Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman saat acara Forum BUMN di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adit mengaku Jasa Marga telah berdiri sejak tahun 1979. Dari berdiri sampai 2015, Jasa Marga baru memiliki 590 km jalan tol. Ia mengakui ada perlambatan pengembangan ruas tol baru.
"Dari 1978 atau 37 tahun, baru 590 km. Ini memang karena kendala di tanah," katanya.
Jasa Marga mengakui ada tantangan lain perihal pembiayaan untuk pengembangan tol baru. Proyek jalan tol rata-rata pinjamannya dalam skema jangka pendek padahal proyek tol masuk ke dalam investasi jangka panjang.
"Investasi tol adalah jangka panjang. Pinjaman yang kita dapat dalam jangka pendek, padahal pengembalian investasi dalam jangka panjang di atas 10 tahun," katanya.
Pada posisi Maret 2015, konsesi tol milik Jasa Marga sudah mencapai 800 km. Dari jumlah itu, sepanjang 527 km dikelola Jasa Marga melalui cabang, dan 273 km dikelola anak perusahaan.
Dari 273 kilometer yang dikelola anak perusahaan sampai dengan tahun 2015 akan dioperasikan 95 km. Sehingga total panjang jalan tol yang akan dioperasikan oleh Jasa Marga hingga akhir 2015 mencapai 624 km (per Oktober 2014 total seluruh tol yang beroperasi di Indonesia 820 km). Sedangkan sisanya masih dalam tahap konstruksi dan pembebasan tanah, akan diselesaikan hingga akhir 2018 mendatang.
(feb/hen)










































