Hal tersebut disampaikan Direktur Pemberdayaan Usaha Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pratito Soeharyo di sela Indonesia Trade Fair (ITF) di International Center of Exhibition (ICE), Jl Tho Xuong, Hanoi, Vietnam, Kamis (10/12/2015). Pratito menjelaskan, secara kualitas produk-produk buatan UKM Indonesia sudah cukup mumpuni.
"Produk kita bisa bersaing. Secara SDM (sumber daya manusia) juga tidak kalah saing. Kita hanya masih harus membenahi regulasi yang terlalu berbelit-belit," ujar Pratito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka akan memanfaatkan MEA dengan sebaik-baiknya, dengan MEA dan Trans Pacific Partnership (TPP), kuat sekali mereka. Beberapa UKM mereka dibantu oleh pemerintah Australia melalui TPP ini," jelas Pratito.
"Saya selalu sampaikan jangan takut dengan MEA ini, jangan takut, tapi jadikan tantangan," imbuhnya.
Sementara itu Minister Counsellor KBRI Hanoi Sadikin menyatakan, melalui pameran perdagangan Indonesia 2015 ini, diharapkan produk Indonesia semakin banyak yang dikenal warga Vietnam.
"Ini juga dalam rangka untuk MEA. Jangan sampai orang Indonesia lebih tahu produk Vietnam daripada orang Vietnam yang tahu produk Indonesia. Vietnam ini menghadapi MEA sangat terstruktur. Mereka lebih siap," jelas Sadikin.
(rna/hns)











































