Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan telah mendapat persetujuan Presiden untuk menaikkan tunjangan kinerja pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hingga 70% pada Januari 2016. Namun, kenaikan tersebut disertai juga 'PR' yang harus dikerjakan para pegawai KKP.
"Sudah dapat lampu bisa naik tunjangan kinerja 60%-70%. Perpresnya keluar Januari 2016. Tukin (tunjangan kinerja) naik, tapi saya kasih tugas harus dikerjakan hari itu juga," ujar Menteri Susi ketika ngobrol santai bersama ratusan pegawai KKP, di Gedung Mina Bahari III Kementerian KKP, Jumat (11/12/2015).
Β
Susi memberikan sejumlah PR mesti dikerjakan di 2016 mulai dari meningkatkan dan menjaga kegiatan budidaya tangkap hingga melaporkan setiap Rupiah penggunaan anggaran kementerian.
"Budidaya tangkap harus sustainable. Kita pada 2016 juga ingin punya kapal riset baru. Saya juga minta perijinan budidaya pakai wilayah publik harus diupload di website. Upload data pemakaian anggaran APBN. Kalau ada revisi pun harus disampaikan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Susi mengatakan menjelang MEA, pentingnya peran kementeriannya menjaga laut untuk memenuhi gizi masyarakat supaya orang Indonesia jadi pintar.
"Kita mau bersaing di MEA. Mau jadi apa orang Indonesia? mau jadi tukang cuci piring?
Supaya bersaing di MEA, orang Indonesia harus makan ikan supaya besar, cerdas, dan bertenaga," kata Menteri Susi.
Ia juga meminta semua pegawainya mengerjakan tugasnya tanpa ditunda.
"Tulis di semua ruangan lakukan apa pun yang bisa dilakukan hari ini. Don't put it tommorow. Buat grup WA (WhatsApp) grup eselon II dan III. Hari senin sudah online," tambah Menteri Susi.
Menteri Susi menargetkan dengan alokasi APBN tahun 2016, Kementerian KKP bisa membeli 3.820 kapal dan 13.872 unit alat tangkap.
(hns/hns)











































