Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengungkapkan, lima kapal ternak baru dan satu kapal ternak yang sudah ada saat ini akan mengangkut sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Lampung, ke DKI Jakarta.
Gubernur 5 provinsi tersebut telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU/Nota Kesepahaman) dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok, untuk memasok sapi ke Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menyatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyediakan anggaran untuk pengadaan 5 kapal ternak Rp 58 miliar per unit di 2016.
"Harganya Rp 58 miliar dari APBN. Tahun depan kita mengadakan 5 kapal ternak," kata Jonan.
Pengangkutan ternak sapi dengan pelayaran perdana kapal ternak KM Camara Nusantara 1 telah dilakukan pada hari Minggu 6 Desember 2015 pukul 01.00 WITA, dari Pelabuhan Tenau Kupang NTT, dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada hari Jumat pagi, 11 Desember 2015.
Jumlah ternak yang dikirim menggunakan kapal ternak ini adalah 353 ekor, dengan jenis ternak sapi Bali jantan yang memiliki rata-rata bobot hidup 250β350 kg, dan diperkirakan rata-rata produksi daging sapi per ekor adalah 125 kg. β
Pengiriman sapi dari daerah produsen dengan memanfaatkan kapal angkut ternak atau pemanfaatan tol laut ke daerah konsumsi ini, diharapkan dapat maksimal karena diyakini mampu menekan harga distribusi sapi.
Harga bobot hidup sapi di NTT yang dikirim ke Jakarta adalah Rp 30.000 per kg berat hidup. Pembelian ternak dari NTT ke DKI Jakarta dilakukan oleh Bulog yang dalam hal ini diwakili oleh Dolog. Ternak selanjutnya akan dikirim ke Kandang ternak lokal di Jalan Andini Sakti desa Gandasari kecamatan Cikarang Barat, Bekasi Jawa Barat milik Perum Bulog.
(dnl/dnl)











































