Untuk melaksanakan keinginan Jokowi tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meminta Perum Bulog yang ditugaskan mengelola sapi-sapi yang dibawa kapal ternak untuk menjual daging sapi dari NTT dengan harga Rp 75.000/kg.
"Nanti Bulog yang jual, harapan saya Rp 70-75 ribu per kg. Masuk semua ke Bulog hari ini," kata Amran kepada wartawan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (11/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diperkirakan bisa Rp 75.000/kg di tingkat konsumen," katanya.
Adanya Kapal ternak, maka susut bobot sapi hidup selama di perjalanan menjadi 0%. Sapi yang rata-rata beratnya 250 kg dari NTT tidak berkurang beratnya ketika sampai di Jakarta. Selama ini tanpa kapal ternak, ada susut 20% atau kurang lebih 50 kg.
Biaya angkut sapi dengan kapal ternak juga lebih murah 85% dibanding kapal konvensional. "Biaya transportasi turun dari Rp 1,8 juta per ekor sapi menjadi Rp 320.000 per ekor sapi," tutur Amran.
Dengan adanya efisiensi-efisiensi biaya tersebut, Amran menghitung harga daging sapi dari NTT bisa diturunkan setidaknya Rp 20.000/kg. "Harga daging sapi di Jabodetabek dapat diturunkan minimal Rp 20.000/kg," imbuhnya.
Dengan adanya tambahan 5 kapal ternak lagi tahun depan, akan ada 6 kapal ternak yang bisa memasok sapi ke Jakarta dan sekitarnya. Keenam kapal ternak tersebut akan membawa sapi dari NTT, NTB, Sulsel, Jatim, dan Lampung.
Makin banyaknya frekuensi kapal ternak yang singgah, Jakarta akan banyak dipasok sapi lokal yang harganya murah. "Kita rancang kalau bisa sebulan 2 kali tiba 1 kapal ternak (ke Jakarta), kalau bisa 3 kali. Jadi setahun bisa 150.000 ekor sapi lokal masuk Jakarta," kata Amran.
Banyaknya kapal ternak akan membuat Jakarta kebanjiran pasokan sapi lokal berharga murah. Harga daging sapi impor pun mau tak mau harus turun untuk bersaing dengan daging sapi lokal.
"Targetnya sekarang adalah mengubah struktur pasar. Sapi lokal kan 80%, impor 20%. Artinya 80% ini bisa mengubah struktur pasar. Harga di konsumen yang Rp 90.000-100.000 per kg bisa jadi Rp 75.000 per kg," tutupnya.
(hen/hen)











































