Sampai akhir November ini pengadaan sapi indukan yang dilakukan Kementan tak berjalan mulus. Sampai hari ini, sapi indukan yang didatangkan baru 2.700 ekor.
Tanggal 15 Desember 2015, Kementan akan mendatang akan kembali 3.500 ekor sapi indukan, semuanya ditempatkan di Kalimantan Timur. Hingga pertengahan Desember ini, impor sapi indukan baru terealisasi sekitar 7.000 ekor dari target 30.000 ekor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran memperkirakan bahwa paling banyak hanya 11.000 ekor sapi indukan yang bisa didatangkan sampai akhir 2015 atau cuma 35% dari yang dianggarkan.
"Sampai akhir tahun mudah-mudahan kita bisa (impor) 11.000 ekor sapi indukan," katanya.
Sebelumnya, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Muladno, mengungkapkan bahwa proses lelang untuk pengadaan sapi indukan belum beres sampai akhir November lalu.
"Memang nggak mudah (impor sapi indukan), ada masalah lelang. Semua harus hati-hati. Sekarang (lelang) belum selesai," kata Muladno.
Muladno mengaku masih berupaya menyelesaikan proses lelang dan segera mendatangkan sapi indukan. Pengadaan sapi indukan ini dipastikan tidak akan mencapai 30.000 ekor sebagaimana direncanakan, paling banyak hanya 11.000 ekor.
"Ini sedang diurus, mudah-mudahan bisa jalan di waktunya yang mepet ini. Harapannya 11.000 ekor," ungkapnya.
Populasi sapi di Indonesia saat ini hanya sekitar 12,36 juta ekor, menyusut lebih dari 3 juta ekor dalam 3 tahun. Pada 2012 populasi sapi di Indonesia masih 15,98 juta ekor. Sedangkan kebutuhan sapi di Indonesia per tahun bisa mencapai 3,8-4 juta ekor.
Tingkat konsumsi daging sapi di Indonesia pada 2015 ini 2,56 kg/kapita/tahun. Dengan jumlah penduduk 255 juta jiwa, total kebutuhan daging sapi mencapai 653.000 ton atau setara dengan 3,8 juta ekor sapi per tahun.
Menurut perhitungan Kementerian Perdagangan, pasokan sapi lokal hanya mampu memenuhi 2,44 juta ekor per tahun atau setara dengan 416 ribu ton, 60 persen kebutuhan daging sapi di dalam negeri. Karena itu, Indonesia membutuhkan banyak sekali sapi indukan untuk meningkatkan populasi sapi dan mencapai swasembada daging sapi.
(hen/hen)











































