Siapa sangka, penggagas Rail Clinic atau Kereta Klinik yang diluncurka PT KAI adalah seorang gadis manis bernama Clarissa Sukmoro. Perempuan berusia 26 tahun yang juga merupakan putri dari Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro ini, mengaku menggagas Rail Clinic karena melihat fenomena kemacetan di Jakarta.
Menurut Clarissa, ambulans di kota besar tidak bisa leluasa mengangkat dan membawa pasien atau korban kecelakaan dalam waktu cepat karena kemacetan. Padahal korban membutuhkan pertolongan sangat cepat.
Solusinya, ia menggagas ambulans khusus yang berada di atas kereta. Kereta, lanjut Clarissa, bisa melesat tanpa khawatir terjebak dalam kemacetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangka pendek, ia menilai Rail Clinic lebih cocok diterapkan di daerah pelosok atau pedesaan yang minim fasilitas kesehatan namun dekat dekat akses jalur kereta. Sebab, menurut Clarissa, terkadang jarak dari desa ke puskesmas lebih jauh dibandingkan jarak dari desa ke stasiun kereta.
"Di desa, kadang jarak ke Puskesmas lebih jauh daripada jarak ke stasiun maka disediakan Rail Clinic di dekat stasiun," ujar Clarissa yang menyandang gelar Master dari Duke University-The Fuqua School of Business.
Clarissa mengklaim 'kereta klinik' ini bukan hanya yang pertama di Indonesia, melainkan juga di Asia Tenggara. Menurut Clarissa, selain Indonesia, negara yang punya kereta serupa antara lain China dan India
Di tempat yang sama, Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro, menyebut dirinya pertama kali menyampaikan ide putrinya dalam rapat direksi Pada 28 Juni 2015 lalu. Setelah dilakukan pembahasan, Direksi KAI menyepakati untuk membuat kereta klinik.
Kereta Klinik ini bisa memberikan layanan kesehatan gratis bagi karyawan KAI hingga warga di sepanjang jalur kereta. Proses pengembangan fisik berlangsung 70 hari di Balai Yasa Yogyakarta.
Edi menambahkan, dirinya siap menerima setiap ide tentang inovasi yang bisa meningkatan pelayanan kereta.
"Ide apapun untuk majukan bangsa, saya terima. Saya juga buat sayembara tertulis untuk majukan KAI. Saya kasih hadiah dari uang pribadi," jelasnya.











































